Sambut Putra Mahkota Abu Dhabi, Presiden Jokowi Teken Kerjasama Bidang Ekonomi dan KeummatanPresiden Jokowi bersama utra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (24/7)

Sambut Putra Mahkota Abu Dhabi, Presiden Jokowi Teken Kerjasama Bidang Ekonomi dan Keummatan

ISIS Ibarat Rongsokan Peradaban Arab yang Dibeli Muslim Indonesia
Dituduh Lindungi PKI dan Komunisme, Jokowi: Yang Dilindungi yang Mana?
Presiden Hadiri ASEAN-Australia Summit

BOGOR, SUARADEWAN.com — Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kenegaraan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 24 Juli 2019.

Kedatangan Putra Mahkota yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (PEA) tersebut disambut dengan upacara penyambutan kenegaraan. Dimana lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dan diiringi oleh dentuman meriam sebanyak 21 kali.

Usai upacara, rangkaian acara penyambutan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, veranda talk, penanaman pohon, tête-à-tête, pertukaran nota kesepahaman, dan ditutup dengan jamuan santap siang kenegaraan.

Pada kesempatan itu, keduanya juga menyepakati kerja sama di bidang ekonomi dan keumatan yang ditandai dengan pertukaran 9 nota kesepahaman antara kedua negara, yaitu 1. MoU Peningkatan Perlindungan Investasi; 2. MoU Penghindaran Pajak Berganda; 3. MoU Industri; 4. MoU Kepabeanan; 5. MoU Pariwisata; 6. MoU Kelautan dan Perikanan; 7. MoU Pertahanan; 8. MoU Kekonsuleran; dan 9. MoU Kebudayaan.

Baca juga  Presiden Tegaskan Tak akan Campuri Proses Hukum Adik Iparnya

Selain itu, ada tiga nota kesepahaman antara entitas bisnis atau biasa dikenal dengan istilah business to business (B2B) yang nilai totalnya mencapai sekitar Rp136 triliun atau USD 9,7 miliar. Yaitu pertama antara Pertamina dan Adnoc untuk pengembangan RDMP Balikpapan, Integrated Supply Chain, LNG Storage. Kemudian yang kedua antara PT Chandra Asri dan Mubadala untuk proyek new napta cracker dan petrochemical complex. 

“Yang ketiga adalah antara PT Maspion Indonesia dengan DP World Asia mengenai pengembangan terminal peti kemas dan kawasan di Jawa Timur,” kata Menlu kepada wartawan usai mendampingi Presiden Jokwi menerima Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Baca juga  Bahas Racun Kalajengking, Jokowi Ramai Dikritik Partai Oposisi

Disampaikan oleh Menlu Pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohamed Bin Zayed A adalah  salah satu pertemuan yang terpanjang yang pernah dilakukan oleh Presiden dengan tamu dari negara lain, mulai dari airport di dalam mobil sekitar kurang lebih 1,5 jam, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan di teras di veranda kurang lebih dari 1 jam. “Jadi total more than 2,5 jam,” ungkapnya. (ip)