Safari Ramadan: Ketua DPR Minta Ulama Jaga Umat

Safari Ramadan: Ketua DPR Minta Ulama Jaga Umat

7 Alasan Mengapa Perppu Ormas Patut Kita Dukung
Meredam Islam Radikal yang Sandera Demokrasi Indonesia
Dewan Masjid Indonesia Ragu Data 40 Masjid di DKI Terpapar Radikalisme

JATIM, SUARADEWAN.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Setya Novanto menyampaikan pesan moral saat bersafari ramadan di Kabupaten Gresik. Ia meminta kepada para ulama dan seluruh elemen bangsa untuk mencegah penyebaran paham radikal yang merupakan akar dari terorisme.

“Saya mengajak kyai dan alim ulama di Gresik untuk turut menjaga umat dari hasutan teroris yang tidak bertanggung jawab,” seru Novanto di Pendopo Bupati Gresik, Jawa Timur.

Menurutnya, kyai dan para alim ulama merupakan aktor terpenting dalam menjaga kehidupan umat Islam. Terutama dalam hal menyebarkan ajaran-ajaran Islam yang bermuara pada sikap toleran antar umat terhadap segala perbedaan.

Baca juga  Disebut Terlibat Korupsi e-KTP, Setnov Membantah

“Saya yakin, kyai dan alim ulama di Gresik dapat membentengi umat dengan ajaran Islam yang menyejukan Islam sebagai rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Ajakan ini berawal dari serangkaian aksi teroris yang terjadi di belahan dunia beberapa waktu lalu, yakni ledakan bom di Manchester Arena pada 22 Mei 2017 lalu, usai konser penyanyi Ariana Grande.

Kemudian disusul oleh aksi saling tembak antara ISIS dengan petugas keamanan di Marawi, Mindanao Filipina. Terakhir, dua bom bunuh diri yang meledak di Terminal Kampung Melayu Jakarta pada 24 Mei 2017 yang menelan korban jiwa.

Baca juga  Setnov Siap Redakan Polemik Kasus Sadap

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, ini sebagai bentuk komitmen dan keseriusan pemerintah dalam memerangi aksi teroris.

Saat ini, pihaknya dan para pimpinan lembaga negara lainnya telah melakukan koordinasi dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong Revisi Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Antiterorisme) agar segera diselesaikan.

“Penanggulangan terorisme harus melibatkan semua pihak, baik TNI maupun Polri, dan tentunya masyarakat luas,” lanjutnya.

Menurut data dari Ketua Panitia Khusus pembahasan RUU Antiterorisme Muhammad Syafii, saat ini Pansus telah membahas lebih dari 50 persen daftar inventaris masalah. (ms/te/an)

COMMENTS