Rusak Citra Polri, Salah Satu Pengguna Facebook Viralkan Foto Hoax

Rusak Citra Polri, Salah Satu Pengguna Facebook Viralkan Foto Hoax

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Baru-baru ini, beredar kabar tak sedap tentang citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dikabarkan, sejumlah polisi yang

Menjelang Tahun Politik Beragam Fitnah Pada Presiden Mulai Bermunculan
Komisi III DPR Minta Kepolisian dan BIN Cegah Berita Hoax yang Provokasi Masyarakat
Menkominfo: Berita Hoax Ganggu Keamanan Nasional

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Baru-baru ini, beredar kabar tak sedap tentang citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dikabarkan, sejumlah polisi yang tergabung dalam Tim Ranger Tekab 308 dengan gagahnya berpose di depan para pejazah pelaku begal di Bandar Lampung.

“Apakah kinerja polisi dibenarkan foto selfie di hadapan jenazah pelaku seperti membunuh binatang? Apakah kelakuan tersebut bukan pelanggaran HAM?” Begitulah caption dalam status Facebook yang beredar di berbagai grup WhatsApp tanpa mencantumkan nama pemilik akunnya.

Sejumlah netizen pun, dengan tanpa klarifikasi, mengaminkan foto tersebut. Pihak kepolisian dinilai berlaku tega dan sadis.

Setelah diklarifikasi, ternyata potongan foto tersebut adalah hoax alias kabar bohong. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih. Bahwa potonga foto yang beredar tersebut sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab hanya dengan niat merusak citra kepolisian.

Memang, terang Sulistyaningsih, Tim Ranger Tekab 308 sebelumnya memang melakukan aksi pemberantasan pelaku begal asal Jabung, Lampung Timur. Ia membenarkan bahwa dalam aksi tersebut, aparat terlibat baku tembak dengan kelima pelaku di Jembatan Layang Srengsem, Panjang, Bandar Lampung.

“Tim Ranger Tekab 308 dipimpin Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung baku tembak dengan 5 orang pelaku begal. Mereka berhasil dilumpuhkan petugas,” terang Sulistyaningsih saat dikonfirmasi, Sabtu (1/4/2017).

Adapun kelima pelaku, tambahnya, yakni Safar (20), Junaidi Ibrahim alias Yogi (20), Indra Saputra (17), Riko (17) dan Herman Efendi (17). Kelimanya masih sempat dibawa ke rumah sakit saat diringkus hingga akhirnya nyawa kelima pelaku tersebut tak tertolong lagi.

Hal ini menunjukkan bahwa betapa pun cemerlangnya kerja-kerja polisi dalam memberantas tindak kejahatan (kriminalitas), terutama aksi begal di Lampung, masih ada saja suara-suara sumbang yang tidak mau menerimanya. Mereka justru berupaya untuk menghancurkan citra kepolisian sendiri. (ms)

COMMENTS

DISQUS: