Rupiah Melemah, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Rupiah Melemah, Ukuran Tahu Tempe Mengecil

Terendah Sejak Krisis 1998, Nilai Tukar Rupiah Nyaris Rp. 15.000 per USD
Rupiah Terus Melemah, DPR Ingatkan Pemerintah Lakukan Antisipasi
Rupiah Jeblok, Gubernur BI Sibuk Plesiran ke Luar Negeri. DPR: Segera Pulang!

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Nilai tukar rupiah yang melemah juga tak berimbas pada harga tahu dan tempe. Dua jenis makanan yang diolah dari kedelai itu tetap stabil meskipun bahan baku harus diimpor dari luar negeri. Namun, harga stabil belum tentu ukuran tahu tempe tetap stabil.

Salah satu pedagang tahu tempe di Pasar Lenteng, Adelia mengatakan, dalam sepekan terakhir belum ada kenaikan harga jual dagangannya itu. “Mau naikin gak tega. Harga kedelai sudah naik dari seminggu lalu. Tahu aja kecil-kecil, biasanya gede-gede,” kata dia sambil mengiris tempe menjadi lapisan-lapisan kecil.

Adelia menjelaskan, biasanya satu potong tempe dijual dengan harga Rp 5 ribu memiliki berat enam ons. Namun, saat ini satu potong hanya seberat lima ons.

“Kalau nggak gitunggak bisa jalan-jalan lewat Cipali alias pulang kampung. Jadi harus disesuaikan dengan bahan baku,” katanya berseloroh.

Baca juga  Kurs Rupiah Terus Melemah, Sentuh Rp 14.370 per Dolar AS

Meski ukurannya mengecil, kata dia, belum terlalu banyak pelanggan yang mengetahuinya. Namun, ada beberapa pelanggan yang bertanya perihal ukurannya yang semakin kecil.

“Paling kaget kok kayaknya kecilan. Terus aku bilang saja suruh nonton berita,” ucapnya.

Adelia mengatakan, pengurangan ukuran mau tak mau harus dilakukan karena bahan baku tahu dan tempe adalah kedelai impor. Menurut dia, kualitas kedelai lokal kurang bagus untuk membuat tahu dan tempe.

Karena itu, ketika nilai tukar rupiah melemah, secara otomatis impor kedelai akan terimbas. “Biasanya harga mengikuti dolar. Kalau dolar turun, langsung turun (harga kedelai),” kata dia.

Jika Adelia menjual tempe seberat lima ons dengan harga Rp 5 ribu, Yati justru sudah lebih dulu menjual tempe seberat 4 ons dengan harga Rp 5 ribu. Namun, ukuran itu sudah sejak beberapa pekan terakhir diterapkan.

Baca juga  Rupiah Terus Anjlok, Pengamat: Pemerintah Kalap Bangun Infrastruktur

Sementara untuk harga maupun ukuran tahu, menurut dia belum ada perubahan sama sekali. Ukuran tahu 6 ons masih dihargai Rp 7 ribu. Menurut dia, kenaikan dolar saat ini belum langsung memengaruhi harga tahu dan tempe.

“Kedelai udah naik. Tukang tempe sudah bilang naik kedelainya. Sekarang masih ditahan (harganya),” kata pedagang sayuran di Pasar Lenteng itu.

Meski begitu, belum ada pembelinya yang protes mengenai harga dan ukuran tahu tempe. Menurut dia, harga saat ini masih cenderung stabil.

Salah satu pembeli tahu dan tempe, Aminah mengatakan, harga tempe saat ini masih cenderung biasa. Namun, jika harga terus meninggi akan menjadi masalah bagi belanja bulanannya.

“Di rumah pada suka tahu, apalagi tempe,’ kata dia. (rep)

COMMENTS