oleh

Rugikan Negara, BP2MI dan Kapten Indonesia Sepakat Berantas Mafia Tenaga Kerja

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, menjelaskan bahwa masalah dalam pengiriman Tenaga Kerja Migran ini adalah persoalan mafia dan pemilik modal yang nakal. Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi tidak terjamin hak-hak dan keamanannya karena ulah mafia ini, yang tidak memberikan tingkat previlage kepada PMI kita.

“Kita menghadapi persoalan perubahan UU 18 thn 2017 terkait masalah perlindungan. Siapapun presidennya tidak akan pernah dapat menyelesaikan persoalan PMI. Mafianya adalah pemilik modal yang menggunakan atribut kekuasaan dan dapat menenggelamkan negara karena komplotan ini sangat berbahaya,” ujar Benny Rhamdani dalam diskusi daring bersama Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional (KAPTEN) Indonesia, Jakarta, Jum’at (17/07).

banner 1280x904

Padahal, lanjut Benny, para PMI ini sebagai penyumbang devisa terbesar kepada negara yakni sebesar 195,6 T setelah sektor migas. Tapi kita masih dihadapi dengan permasalahan para mafia tenaga kerja, padahal para mafia ini sebenarnya juga menggunakan uang negara dengan modus koperasi.

Baca juga  Sambangi BNP2TKI, Kapten Indonesia Sampaikan Komitmen Bela Kepentingan Buruh

 

“Perlu keberanian politik untuk melawan mafia, semoga KAPTEN INDONESIA bisa membantu BP2MI dalam memberantas mafia ini. Karena coba hitung-hitungan, PMI menegah ke bawah diberi pinjaman 3,7 jt/orang, belum untuk bertahan hidup PMI butuh uang dan dana untuk paspor. Ternyata itu semua ditutup atau dibantu mafia atas nama Koperasi dengan bunga yang sangat besar, akan seperti disembelih lehernya,” tegas tokoh Manado ini.

“Rezim jahiliah seperti ini harus diakhiri. Kita sama-sama harus mencari langkah praktis untuk mengakhiri rezim ini,” tutur politisi Partai Hanura ini.

Di tempat yang berbeda, Ketua Umum Kapten Indonesia, Abdul Rauf, menyampaikan dukungannya kepada Kepala BP2MI dalam memberantas para mafia-mafia tenaga kerja ini. Ia juga menyambut baik kepada BP2MI yang sudah bersedia membuka akses komunikasi dengan segala pihak, baik stakeholder maupun penyelenggara.

Baca juga  Fakta Menarik Papua, Berikut Hasil Audiensi Kapten Indonesia Papua Barat Bersama BLKI Papua

“Yang jelasnya Kapten Indonesia akan menjadi partner terdepan dalam menghadapi mafia tenaga kerja migran ini, karena selain menjadikan PMI yang merdeka dan berkualitas, KAPTEN juga mempunyai visi membebaskan PMI dari belenggu cukong-cukong penyedia tenaga kerja yang nakal ini,”

Terakhir, Abdul Rauf, mengajak Kepala BP2MI, Benny, untuk bisa bertandang ke Kantor Kapten yang berada di bilangan Tangerang. Ia berharap harus ada langkah kongkret untuk menjadikan PMI unggul dan merdeka.

Sebelumnya, diskusi daring yang dikemas dalam program “coffe break Kapten Indonesia,” dihadiri oleh sejumlah DPW dan Badan Otonom Kapten. Coffe break berlangsung hangat dengan beberapa sesi pertanyaan terkait ketenagakerjaan Indonesia. (aw)

Komentar