Rommy, Cicit Dari Pendiri NU

Rommy, Cicit Dari Pendiri NU

PPP Dukung Seruan Menag Demi Keberagaman Indonesia
Menteri Lukman : Gunakan Agama Untuk Tujuan Positif
Majelis Penyelamat PPP Gelar Munas Ulama untuk Selamatkan Partai
JAKARTA, SUARADEWAN.com – Ketua Umum PPP, Romahurmuziy yang awalnya tampil sebagai politisi muda yang cemerlang di Indonesia, kini harus menghadapi kasus suap pengisian Jabatan di Kementerian Agama. Meskipun demikian, Rommy beranggapan bahwa dirinya merasa dijebak.
Dari jejak sejarah dan silsilah, Rommy memang merupakan garis keturunan dari salah satu petinggi di NU. Moyang, kakek, hingga ayah dan ibu Rommy merupakan tokoh-tokoh yang berpengaruh serta memiliki rekam-jejak kiprah yang mengagumkan.

Romahurmuziy terlahir di Yogyakarta. Ia punya ikatan batin yang kuat dengan Nahdlatul Ulama (NU) dari leluhurnya yang asli Jombang, Jawa Timur. Kakek moyang Rommy, K.H. Wahab Hasbullah, adalah penggagas NU bersama K.H. Hasyim Asy’ari dan beberapa ulama besar lainnya.

Dikutip dari buku K.H. Abdul Wahab Hasbullah: Bapak dan Pendiri NU (1972) karya Saifuddin Zuhri, para kiai dari berbagai daerah berkumpul di kediaman Kiai Wahab di Surabaya pada 31 Januari 1926. Di sinilah Nahdlatul Ulama dideklarasikan. Kini, NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Baca juga  PPP Dukung Seruan Menag Demi Keberagaman Indonesia

Putra K.H. Wahab Hasbullah, yakni Muhammad Wahib Wahab, yang tidak lain adalah kakek Romahurmuziy, adalah seorang pejuang kemerdekaan yang kemudian turut menegakkan pemerintahan Indonesia pada masa-masa awal.

Saifuddin Zuhri dalam bukunya yang lain bertajuk Berangkat dari Pesantren (2013) mengungkapkan Wahib Wahab pernah menjadi komandan PETA (Pembela Tanah Air) pada zaman pendudukan Jepang. Jelang Indonesia merdeka, kakek Rommy ini memimpin Laskar Hizbullah Surabaya, merebut senjata dari serdadu-serdadu Jepang, lalu turut berjuang mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali.

Selain tentu saja memiliki andil besar di NU, K.H. Wahib Wahab juga berperan di pemerintahan Orde Lama. Presiden Sukarno menunjuknya menduduki jabatan Menteri Agama RI dari 1959 hingga 1962. Wahib Wahab juga dipercaya menjadi menteri penghubung sipil dengan militer.

Ayah Rommy, yaitu Prof. Dr. K.H. M. Tolchah Mansoer, juga tak kalah hebat. Ia merupakan pendiri Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Rais Syuriah PBNU periode 1984-1986, juga guru besar hukum Islam IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tolchah berkiprah pula di kancah politik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) mewakili Partai NU dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Baca juga  PPP Solid Dukung Ahok, Ulama Madura Minta Pisah

Begitupula dengan sang ibunda, Umroh Machfudzoh, yang turut mengguratkan jejak kemilau dalam sejarah NU maupun dalam riwayat bangsa Indonesia. Greg Fealy dan ‎Greg Barton dalam Nahdlatul Ulama: Traditional Islam and Modernity in Indonesia(1996) mengungkapkan Umroh Machfudzoh adalah cucu K.H. Wahab Hasbullah serta putri sulung K.H. Wahib Wahab.

Ibunda tercinta Romahurmuziy ini merupakan salah satu perempuan terbaik yang pernah dimiliki NU. Umroh Machfudzoh adalah pendiri IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) serta sempat menjabat Ketua PP Wanita Persatuan. Di ranah politik, ia pernah duduk sebagai anggota DPR dari Fraksi PPP.

Sampai di sini, terlihat betapa hebatnya garis keturunan keluarga Romahurmuziy. Rommy sebetulnya juga sudah berada di jalur semestinya sebelum publik dikejutkan dengan hasil operasi tangkap tangan KPK yang ternyata menempatkan namanya sebagai sosok yang terciduk di Jumat keramat itu. (sumber: tirto.id)

COMMENTS