Rest in Peace Franz Albert Joku

Rest in Peace Franz Albert Joku

Sebut ‘Bangsat’ dalam Rapat, Persatuan Guru Madrasah Minta Politisi PDI-P Minta Maaf
Polda Bali Gerebek Gudang Penyimpanan Penyu Hijau
KPU DKI Jakarta Gelar Rapat Pleno Terakhir Siang Ini

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Bangsa Indonesia baru saja kehilangan satu sosok pejuang dari Timur. Minggu, 28 April 2019, pukul 14.15 WIT, Franz Albert Joku dinyatakan meninggal dunia di RS Bhayangkara, Jayapura.

Joku dikenal sebagai mantan pejuang OPM yang pernah memiliki posisi cukup tinggi pada organisasi tersebut. beliau pernah menjadi semacam menteri luar negeri OPM yang getol mendekati banyak pemerintah negara-negara di dunia untuk mendukung upaya pemisahan Papua dengan Indonesia.

Namun takdir berbalik arah baginya. Joku kemudian dengan suka rela mengalihkan dukungan dan pemikirannya untuk kesejahteraan Papua dalam bingkai NKRI. Ia mendukung demokrasi dan perkembangan di berbagai bidang di Bumi Papua.

Joku kemudian banyak mendapat undangan untuk berbicara tentang pilihan jalan hidupnya tersebut yang bagi sebagian orang seperti hampir mustahil. Joku banyak menyampaikan pesan tentang perjuangan Papua dalam bidang pengakuan politik dan kesejahteraan ekonomi di dalam pemerintahan Indonesia.

Salah satu ‘karya agung’ yang ia dan teman-temannya berhasil perjuangkan adalah Otonomi Khusus di Papua yang kini menempatkan putra-putri asli Papua menjadi pemimpin-pemimpin sejati masyarakat di sana. Joku juga menjadi tokoh yang mendorong eratnya hubungan Indonesia dengan Melanesian Spearhead Group – MSG.

Detik.com memberitakan berkaitan dengan wafatnya Joku, sejumlah tokoh Papua ikut berbela sungkawa, dimana salah satunya adalah ketua NU Provinsi Papua Dr H Toni Wanggai.

“RIP bapak Ondofolo Sentani Franz Albert Joku, sore kaget mendengar berita duka di medsos, baru saja pada 5 April dan 11 April 2019, kami berkomunikasi dengan almarhum meminta izin ambil foto saya dengan Presiden Jokowi untuk membuat status tentang UU Otonomi Khusus Papua,” kata Toni sebagaimana dikutik Detik.com.

Joku dikabarkan meninggal karena sakit jantung dan infeksi tulang ondofolo. Juga merupakan Kepala Suku Besar Flavouw Sentani, Frans Albert Yoku meninggal dalam usia 66 tahun. Saat ini jenazah almarhum berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Jayapura, selanjutnya akan dibawa ke Flavouw Sentani.

Selamat jalan sang pejuang sejati dari Timur! (ab)

 

Penulis : Anna

Foto : Google

Editor : Amir

COMMENTS