oleh

Resmikan PLBN, Jokowi: Stop Penyelundupan di Wilayah Perbatasan

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tak boleh ada tempat bagi penyelundupan, terutama di wilayah perbatasan negara Indonesia.

“Yang namanya barang penyelundupan, semuanya harus di-stop. Tidak ada lagi, semuanya harus resmi,” ujar Jokowi dalam peresmian Pol Lintas Batas Negara (PLBN) Nada di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis (16/3/2017).

banner 728x419

Hal tersebut, menurut Jokowi, diupayakan agar rakyat bisa menikmati hasil perdagangan mereka sendiri.

“Jadi jelas berapa pemasukan untuk negara, rakyat bisa menikmati hasil jerih payahnya tadi,” tambah Presiden.

Meski demikian, lanjut Jokowi, diresmikannya PLBN ini bukan berarti bahwa tugas negara sudah selesai.

Baca Juga:  Ganggu NKRI, Jokowi: Kita Gebuk, Kita Tendang

“Sekarang menjadi tugas kita untuk membangkitkan kegiatan ekonomi di wilayah-wilayah daerah perbatasan. Ekspor-impornya harus diintegrasikan dengan pos lintas ini,” tutur Jokowi kembali.

Seperti diketahui, saat ini di Provinsi Kalimantan Barat, terdapat 3 PLBN yang sudah diresmikan pemerintah, yakni PLBN Entikong, PLBN Nanga Badau, dan PLBN Aruk.

“Semuanya sudah kita bangun total. Pos lintas batas kita, sekarang membanggakan kita semuanya dan tidak kalah dengan yang di sebelah,” tandas Jokowi.

Sebagai tambahan, Presiden berpesan agar pos lintas batas ini harus dilengkapi dengan pembangunan pasar modern. Ini bertujuan agar warga setempat dapat menikmati fasilitas umum yang ada di kawasan PLBN tersebut.

Baca Juga:  Pro-Kontra Hak Angket, KPK: Semoga Presiden Ambil Sikap

“Bukan hanya kantornya, pos lintas batas negaranya, tapi juga pasarnya harus ada. Dan tadi saya dibisiki Pak Menteri (PU dan Permahan Rakyat) tahun ini dimulai, tahun depan selesai, sehingga ada kegiatan ekonomi yang bisa dipakai oleh masyarakat,” terangnya.

Di samping itu, sistem pengelolaan kawasan perbatasan yang terintegrasi juga harus segera dijalankan. Sehingga kawasan di sekitar PLBN dapat berkembang menjadi pusat-pusat ekonomi yang baru.

“Zona pendukung juga harus dikembangkan,” tutup Jokowi. (ms)

Komentar

Berita Lainnya