oleh

Resmi, Tol Laut dioperasikan 3 Trayek Sekaligus

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hasil nyata dari kerja keras presiden Jokowi bersama menteri-menteri nya sudah mulai terlihat. Hal ini dapat dibuktikan dari mulai dikerjakannya pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya adalah Tol Laut yang selama ini dianggap sebagai lelucon oleh sebagian orang yang tidak suka dengan Jokowi.

banner 728x419

Menteri Perhubungan (Menhub), Ignasius Jonan dan Menteri Perdagangan, Thomas Lembong sudah meresmikan untuk pengoperasian tiga trayek sekaligus tol laut, Rabu (04/11/2015). Di Surabaya, pelayaran satu unit kapal tol laut dilepas perdana di Dermaga Jamrut Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Kapal tersebut merupakan KM Caraka Jaya Niaga III-32. Sebuah kapal milik Pelni itu bakal melalui rute Pulang-Pergi (PP) Surabaya-Tual-FakFak, Kaimana dan Timika Papua.

“Untuk yang di Surabaya ini khusus mengangkut barang. Kapasitasnya 115 TEUs kontainer. Isinya sebagian besar sembako dan bahan kebutuhan pokok,” kata Kepala Kantor Cabang PT Pelni Surabaya Presda Simangasing di sela pelepasan kapal Tol Laut.

 
Tol Laut seperti Busway
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku optimistis perbedaan harga antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur bisa hilang. Ini dikarenakan diluncurkannya angkutan kapal barang berjadwal perdana dalam program Tol Laut, yang digagas oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keoptimisan Menteri Jonan berangkat dari penerapan aturan bahwa kapal tetap akan jalan walau tak ada barang yang diangkut. Bahkan, dirinya menyakini operator kapal tidak akan merugi meski berlayar tidak dalam posisi muatan penuh lantaran Pelni telah menerima subsidi atau Public Service Obligation (PSO) untuk menutup biaya operasional bila kapal sepi barang.

“Harga-harga barang di Indonesia bagian Timur nanti tidak jauh beda dengan daerah produksi (Indonesia bagian Barat). Ada angkutan atau tidak. Seperti busway, ada penumpang atau tidak, dia jalan,” ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (4/11).

Nantinya, kapal angkutan barang berjadwal yang diluncurkan Kemenhub akan melayani rute-rute non komersial yang jarang atau tidak dilayani kapal niaga komersial. Dengan adanya angkutan kapal berjadwal, angkutan logistik di pulau kecil ataupun Indonesia Timur bisa diturunkan.

“Studi kami di daerah, pedagang di sana tidak tahu kapal datang atau pergi. Akibatnya, harga ditentukan oleh tinggi gelombang, ada kapal datang atau tidak. Ada 2 minggu datang 4 kapal, 2 minggu kemudian tidak ada kapal datang,” jelas dia.

Menteri Jonan menambahkan, bila rute tol laut sudah mulai dilalui oleh kapal niaga komersial swasta secara berjadwal, Kemenhub akan memindahkan trayek subsidi ke trayek lain yang masih belum terlayani angkutan kapal terjadwal.

Dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta 41 kontainer dan dari Tanjung Perak ( Surabaya) ada 36 kontainer yang memuat barang kebutuhan pokok dan barang penting, antara lain gula, beras, tepung terigu, minyak goreng, telur, bawang, besi baja, serta tripleks dan semen untuk dikirim.

Menteri Lembong berpesan kepada operator kapal yakni PT Pelni (Persero) untuk melayani masyarakat dan pengguna jasa dengan baik.

“Mohon nasabah dilayani dengan sebaik-baiknya. Ini bagian revolusi mental karena nasabah dan masyarakat dilayani dengan baik agar arus barang bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya

Komentar