oleh

Redam Hate Speech di Medsos, Polri: Tak Cukup Hanya Penegakan Hukum

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam Rangka meredam penyebaran ujaran kebencian (hate speech) di media sosial, Polri telah berusaha untuk menyelesaikannya melalui upaya penegakan hukum.

Meski demikian, menurut Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran, penegakan hukum saja tidaklah cukup. Karena, baginya, ujaran kebencian akan tetap ada selama masyarakat atau pengguna media sosial tidak mengubah perilaku mereka sendiri.

banner 1285x856

“Untuk menanggulangi kejahatan hate speech, penegakan hukum tidak menyelesaikan masalah. Kalau satu ditangkap, nanti ada lagi temannya yang bikin konten yang sama,” ujar Fadil dalam diskusi publik betema “Penebaran Kebencian, Problem Intoleransi, dan Peranan Penegak Hukum” di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (27/2/2017).

Baca Juga:  Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Ungkap "The Family MCA" Sindikat Penyebar Isu Provokatif

Fadil mengatakan bahwa upaya pencegahan jauh lebih baik daripada harus mengobatinya melalui penegakan hukum. Itu sebabnya, menurut Fadil, mengedukasi masyarakat adalah langkah terbaik dalam menanggulangi penyebaran ujaran kebencian di media sosial ini.

Baca Juga:  NasDem Tidak Akan Beri Sanksi ke Victor

Counter speech perlu dilakukan. Yang paling efektif saya kira mengubah budaya-budaya (hate speech) itu melalui edukasi masyarakat,” ucap mantan Kapolres Metro Jakarta Barat ini. (ms)

Komentar

Berita Lainnya