oleh

Rayakan Imlek, Wisatawan Tiongkok dan Indonesia Kunjungi Sejumlah Destinasi Wisata Kuala Lumpur

MALAYSIA, SUARADEWAN.com – Wisatawan asal Tiongkok dan Indonesia banyak mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Kuala Lumpur dan Putrajaya, Malaysia, selama liburan Tahun Baru China, Jumat hingga Sabtu kemarin.

Presiden Malaysia Tourism Council (MTC) dan Malaysian Inbound Tourism Association (MITA) Uzaidi Udanis mengemukakan hal itu disela-sela penyambutan wisatawan dengan tarian singa atau barongsai di Dataran Merdeka Kuala Lumpur, Sabtu. “MTC bersama MITA menampilkan acara lion dance dengan meet and greet dengan memperingati Tahun Baru China. Kami merasakan tahun ini lebih banyak wisatawan melancong ke Malaysia selama liburan ini,” ujarnya, Minggu (18/2).

Uzaidi mengucapkan terima kasih kepada pelaku wisata di Kuala Lumpur, pelaku wisata di Malaysia dan Kementerian Pariwisata Malaysia yang bersama-sama untuk lebih aktif lagi menarik wisatawan Tiongkok untuk memberikan kepada mereka pelayanan terbaik.

“Pagi tadi saya lihat lebih ramai wisatawan Indonesia ke Malaysia berlibur. Ini tanda positif bahwa mereka berlibur selama perayaan ini. Ini yang kami mau dimana industri pelancongan bisa memberi cultural exchange atau pertukaran budaya antara rakyat Malaysia dan rakyat Indonesia untuk sama-sama berlibur,” katanya.

“Kunjungan wisatawan Indonesia nomer dua ke Malaysia. Negara Tiongkok pasar ke tiga. Tahun lalu 2,0 juta wisatawan dari Tiongkok. 2018 ini kami menargetkan tiga juta, 2020 target empat juta sesuai Tahun Kunjungan Malaysia,” katanya.

Dia mengatakan Indonesia merupakan pasar yang bagus bagi Malaysia. Namun, peringkat nomor satu adalah Singapura. “Singapura lebih ramai karena dekat dari Johor. Kita memerlukan wisatawan lebih ramai lagi seperti wisatawan Indonesia ke Malaysia,” katanya.

Uzaini mengatakan wisatawan biasanya tingga satu minggu dan belanja di mall. “Dalam dua Minggu ini ada 250 ribu pelancong Tiongkok datang. Rata-rata mereka belanja US$900. Belanja buah, cindera mata dan ke mal,” katanya.

Dia juga menginginkan agar setelah mengunjungi Malaysia para wisatawan bisa melanjutkan ke destinasi di Indonesia seperti ke Lombok, Nusa Tenggara Timur sebagaimana perjanjian yang sudah dilakukan bersama ASITA di Bali. (af)

Komentar