Rayakan HUT ke-15, RSU Bhakti Asih Tangerang Targetkan Tersertifikasi Internasional

Rayakan HUT ke-15, RSU Bhakti Asih Tangerang Targetkan Tersertifikasi Internasional

TANGERANG, SUARADEWAN.com - Rumah Sakit Umum Bhakti Asih merayakan hari jadi yang ke 15 tahun. RS yang sebelumnya pada tahun 1993 masih poliklinik spe

Ini Surat Mundur Diri Jack Ma Pendiri Alibaba yang Penuh Inspirasi
Meriah, Re-Branding Horison Grand Serpong Tampilkan Ornamen Budaya Lokal 
Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Ikut Ramaikan IBT Expo di Surabaya

TANGERANG, SUARADEWAN.com – Rumah Sakit Umum Bhakti Asih merayakan hari jadi yang ke 15 tahun. RS yang sebelumnya pada tahun 1993 masih poliklinik spesialis 24 jam kini berkembang menjadi sebuah Rumah Sakit mewah di bilangan Tangerang pada tahun 2005.

Di umur yang ke 15 Tahun, RS Bhakti Asih merayakan Hari Lahirnya yang cukup sederhana di ruang pertemuan atau Aula Rumah sakit. Perayaan tersebut dihadiri sejumlah kariawan, staf beserta dokter- dokter spesialis, pada Senin (10/12/2020).

Sang Owner Rumah Sakit Bhakti Asih Dede Mulyati menyampaikan harapannya kepada awak media suaradewan.com tentang misinya akan menjadikan Rumah Sakit Bhakti Asih bersertifikat Internasional.

“Untuk Bhakti Asih harapannya kedepan yaitu misi kami terakreditasi Internasional serta Berakhlaq Mulia dan Sejahtera Bersama,” pungkasnya saat diwawancara suaradewan.com, Tangerang, Senin (11/02/2020).

Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai cita-cita rumah sakit yang berkualitas Internasional, RS Bhakti Asih telah menyiapkan sarana, prasarana, SDM, sistem, networking dengan semua pihak sehingga dapat lebih mudah diakui sebagai RS bertaraf Internasional

Bahkan ia menargetkan di tahun 2023 Rumah sakit dibawah komandonya sudah tersertifikasi internasional. “Rencananya paling lambat terakreditasi internasional tahun 2023, kalo bisa sebelum tahun 2023, ya syukur – syukur tahun 2021 atau 2022 bisa terakreditasi internasional,” jelasnya

Sesi wawancara bersama Ibu Dede Mulyati, H (Direktur RSU Bhakti Asih), Memet Slamet (Komisaris PT. Bhakti Asih Medika), dan H. Nurul (Direktur PKBM)

Meski begitu target yang besar apalagi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan tentu kenyamanan dan kepuasan atas pelayanan tersebut menjadi prioritas. Hal ini menjadi tantangan bagi Rumah Sakit agar menjadi primadona dikalangan masyarakat.

Baca juga  BEI: Sepanjang 2018, Investor Asing Tarik Dana Rp 48,3 Triliun di Pasar Modal

Seperti yang dikatakan oleh Komisaris PT Bhakti Asih Medika Pratama H. Memet Slamet bahwa tantangan Rumah Sakit adalah pelayanan yang lebih baik karena itu kompetensi SDM Rumah Sakit perlu ditingkatkan.

“Ya tentunya masyarakat sekarang sudah berkemajuan, tentunya masyarakat juga menuntut pelayanan yang lebih tinggi terhadap rumah sakit dan disini kompetensi rumah sakit perlu ditingkatkan.” jelasnya.

Ia menambahkan selain tuntutan pelayanan yang baik juga tantangan terkait kebijakan pemerintah yakni BPJS “Tantangan dinamika manajemen Rumah Sakit, sekarang ini kita terutama kebijakan pemerintah dengan BPJS itu juga menjadi perhatian kami bagaimana kita mengelolah dengan sebaik-baiknya. Kira kira itu tantangan yang dihadapi sekarang ini,” tutupnya.

Rumah Sakit Bhakti Asih kepeduliannya tidak hanya dilihat dari pelayanan kesehatan saja bahkan kepeduliannya terhadap kemanusiaan, pendidikan, dan ketenagakerjaan juga menjadi perhatiannya. Seperti kerjasamanya antara pihak Rumah Sakit Bhakti Asih dan Kapten Indonesia dikarenakan satu visi kepedulian

“Dengan kapten kami punya visi yang sama, kami dipersatukan karena visi yang sama yaitu social kemasyarakatan, dan social kemanusian. Terutama membantu pemerintah dalam mengatasi penganguran, itu yang langsung kami klik, langsung kami bersinergi dan kami melihat itu adalah potensi amal ibadah yang luar biasa, dan mudah-mudahan di sisa umur kami semua kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat semua,” ungkap owner RS Bhakti Asih Dede Mulyati.

Baca juga  Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Ikut Ramaikan IBT Expo di Surabaya

Sementara kepedulian terhadap pendidikan, Rumah Sakit Bhakti Asih sejak tahun 2006 mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Menurut Kepala Bagian mengatakan bahwa PKBM merupakan kegiatan yang tumbuh dari masyarakat untuk mengelolah pendidikan anak sekolah yang tidak bisa mengikuti pendidikan formal atau anak-anak yang putus sekolah. mereka yang putus sekolah baik SD, SMP dan SMA, lewat PKBM bisa di didik untuk bisa mengekuti ujian kesetaraan paket.

“Alhamdulillah dengan saat ini tidak kurang dari 2000 yang mereka telah menikmati atau lulus dari kegiatan ini bahkan tahun ini di bulan april nanti ada sekitar 290 yang mau mengikuti ujian nasional pada level paket A SD paket B SMP paket C SMA itu ujiannya secara nasional dan free,” ungkap Kepala PKMB Nurul.

Kepeduliannya di dunia pendidikan tidak hanya sampai disitu. Di tahun 2009 rumah sakit Bhakti Asih mendirikan Akademi Kebidanan dan sudah meluluskan beberapa mahasiswa serta mempekerjakannya

“Mereka berpartisipasi setelah lulus bekerja di Bhakti Asih ini, Alhamdulillah walaupun tidak semua karna memang disini juga SDM bidangnya kan terbatas tapi itu sesuai dengan kebutuhan” jelasnya

Kemudian disisi lain kegiatan sosial di lingkungan RS. Bhakti Asih adalah menyelenggarakan Pesantren Kilat disetiap bulan Ramadhan dengan peserta anak yatim dhuafa sebanyak 400 dan hingga 420 setiap tahunnya. (sh)