oleh

Ratusan Botol “Permen Narkoba” Berhasil Disita Satpol PP Surabaya

SURABAYA, SUARADEWAN.com – Warga Surabaya, Jawa Timur tengah diresahkan atas beredarnya permen yang disinyalir mengandung narkoba. Permen dengan merek “Permen Keras” yang berbentuk dot bayi dan memiliki varian warna serta bentuk tersebut beredar luas di kalangan anak Sekolah Dasar (SD).

Kasus “permen narkoba” tersebut pertama kali terungkap berdasarkan keterangan dari salah seorang siswa SD yang mengaku pusing setelah mengkomsumsi permen.

banner 728x419

“Pelajar SD ini mengaku pusing setelah mengkonsumsi permen tersebut,” ungkap Kepala Satuan Polisi (Satpol) PP Kota Surabaya, Irfan Widyanto.

Atas beredarnya ‘permen Narkoba” tersebut, Pemkot Surabaya langsung mengintruksikan bawahannya untuk merazia sejumlah toko dan penjual asongan di sekitar Sekolah di Surabaya.

Hasil penyisiran dilakukan pihak Satpol PP sejak kemarin, Senin (5/3/17), sebanyak 345 botol permen yang disinyalir mengandung narkoba berhasil di sita di empat kecamatan yang ada di Surabaya.

“Permen-permen yang sudah kami sita ini, belum tentu narkoba. Hanya patut diduga. Dikhawatirkan mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi anak-anak, terutama anak TK dan SD,” sebut Irfan

Terpisah, Wakasat Polrestabes Surabaya Kompol Edy Harton membenarkan  adanya  razia yang dilakukan Satpol PP terkait  permen yang diduga mengandung zat berbahaya itu.

“Ya betul kejadian tersebut ada. Itu dilaksanakan oleh Satpol PP Kecamatan. Sampai saat ini masih dilakukan pengecekan ke Sekolah-sekolah.” sebut Edy dalam keterangan tertulisnya yang diterima SuaraDewan.com, Selasa (7/3/17).

Selanjutnya, jelas Edy akan dilakukan uji laboratorium dari dinas kesehatan terkait untuk memastikan dugaan kandungan narkoba yang ada di dalam permen tersebut.

“Terkait kepastian narkoba masih dilakukan koordinasi dengan dinas kesehatan dan kejadian ini belum dilaporkan ke Polrestabes, masih proses di tingkat Polsek,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Koto Surabaya, Kompol Suparti, menyebut pihaknya sudah mengambil sampel “permen narkoba” untuk selanjutnya melakukan uji laboratorium. Ia memastikan hasil uji akan keluar dalam beberapa hari nanti.

“Kami sudah punya sampel permen yang dimaksud, hari ini langsung kami uji di laboratorium. Biasanya tiga hari, tapi kami upayakan bisa lebih cepat,” jelasnya, Selasa (7/3/17). (DD)

Komentar

Berita Lainnya