oleh

Putus Mata Rantai Corona, Singapura Putuskan Hanya 1 Orang Tiap Rumah Bisa Belanja

SINGAPURA, SUARADEWA.com — Pemerintah Singapura telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan semi lockdown atau “Pemutus Sirkuit” mata rantai penularan Covid-19 selama empat minggu lagi hingga 1 Juni.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengumumkan kebijakan itu lantaran lonjakan kasus baru terus meningkat terutama berasal dari asrama pekerja migran.

banner 1280x904

“Ini untuk menjaga semua orang di Singapura aman, kami tidak akan mengakhiri pemutus sirkuit pada 4 Mei,” tegasnya seperti dilansir dari AsiaOne, Rabu (22/4).

Dua tujuan semi lockdown adalah untuk memastikan bahwa transmisi di asrama pekerja migran terkendali dan tidak menyebar lebih jauh ke masyarakat. Tindakan saat ini juga akan diperketat lebih lanjut.

Hanya 1 warga di tiap rumah yang boleh keluar rumah. Lee meminta warga Singapura untuk tinggal di rumah dan hanya keluar untuk kebutuhan penting seperti membeli makanan atau kebutuhan.

Baca juga  Indikasi Terpapar Covid-19, Tim Gugus Tugas Konut Sambangi Warganya

Hanya satu orang dari setiap rumah tangga yang bisa keluar rumah. Dan wajib mengenakan masker saat melakukannya.

Akses ke hotspot seperti pasar basah juga akan diperketat untuk memastikan jarak yang cukup aman. Pihak berwenang juga akan menutup lebih banyak tempat kerja untuk meminimalkan kontak di antara para pekerja. Hanya toko, supermarket, pabrik, dan lainnya yang menyediakan layanan paling esensial yang akan tetap terbuka.

“Pemerintah memahami dampak dari keputusan ini pada bisnis dan pekerja. Langkah-langkah yang diumumkan sebelumnya akan diperpanjang,” katanya.

Baca juga  Kasus Positif Baru Covid-19 di Indonesia Melonjak Tinggi, 533 Dalam Sehari

PM Lee menekankan perlunya warga Singapura untuk terus bekerja sama dengan pemerintah, terutama para lansia yang lebih rentan terhadap virus Korona. Jangan ada yang menganggap enteng.

“Ada yang bilang kalau mereka jatuh sakit, itu masalah mereka. Namun, jika kamu sakit dan menularkan virus ke orang lain, itu menjadi masalah semua orang,” tegasnya.

Dia mendesak semua orang untuk tidak menganggap enteng virus Korona dan mengambil tindakan pencegahan dengan serius.

“Mari kita semua bertanggung jawab secara sosial dan melindungi diri kita sendiri agar orang lain tetap aman,” tandasnya. (jawapos/*)

Komentar