oleh

PSI: Prabowo Memainkan ‘Politics of Fears’ Untuk Menangkan Pilkada dan Pilpres

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bidang kepemudaan Dedek Prayudi menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tengah memainkan ‘politics of fears’. Tujuannya demi memenangkan calon yang diusung oleh Gerindra dalam Pilkada.

“Sah-sah saja, tapi anak muda lebih suka dengan ‘politics of hope’, cara berpolitik yang menghadirkan harapan melalui program konkret, bukan justru ketakutan dan pesimisme”, katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (20/6).

Pria yang akrab disapa Uki ini menilai bahwa untuk melihat apakah Indonesia berada di jalur yang benar, laju pembangunan harus diperhatikan.

“Bangsa ini memang masih memiliki banyak sekali tantangan pembangunan tapi kalau saja pak Prabowo teliti dalam melihat laju pembangunan beberapa tahun belakangan, saya yakin beliau paham kenapa Indonesia sudah berada pada ‘track’ yang benar,” ujarnya.

Dia juga menyinggung isu ketimpangan ekonomi yang juga menjadi materi pidato Prabowo Subianto. “Indikator yang dipakai dunia internasional termasuk Indonesia dalam melihat ketimpangan adalah gini rasio. Data BPS menunjukkan terjadi penurunan gini ratio semenjak 2014 hingga hari ini, yakni dari 0,414 menjadi 0,391,” ujarnya.

Baca juga  Dikunjungi Prabowo, Anwar Ibrahim: Terima Kasih Pak Prabowo

“Strategi pemerintah yang fokus kepada pemecahan ketimpangan seperti redistribusi aset dan lahan, upaya perkuat akses pada modal seperti kartu Indonesia pintar dan kartu Indonesia sehat, dan pendidikan vokasi pada pariwisata dan industri kreatif terbukti menekan ketimpangan di masyarakat,” sambung mantan peneliti kebijakan United Nations Population Fund ini.

Selain itu, dia juga menyinggung soal pendapatan rakyat yang disebut Prabowo sangat kecil. “Ini sangat tidak masuk akal menurut metode penghitungan ilmiah. BPS dan ILO mencatat bahwa rata-rata gaji penduduk Indonesia sudah di atas garis kebutuhan ataupun UMR,” katanya.

Baca juga  Ini Respon Timses Ahok Soal Rencana Aksi 313

Menghubungkan dengan laju pembangunan, Uki membeberkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Terlebih kalau kita berbicara trend IPM dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan di seluruh provinsi. IPM sendiri terdiri dari rata-rata pengeluaran (standar hidup), harapan lama sekolah, tingkat pendidikan dan angka harapan hidup,” ujarnya.

Data BPS tentang laju kemiskinan dan pengangguran juga disinggung oleh Pria berdarah Minang tersebut.

“Belum lagi kalau kita bicara jumlah pengangguran dan penduduk miskin di mana pada tahun 2017 mencapai titik terendah sejak era reformasi menurut data BPS. Hal ini membuktikan bahwa Pak Prabowo seorang pesimis dan abai dalam melihat perkembangan kemajuan terakhir,” katanya. (mer)

Komentar