Protes Kebijakan Israel atas Palestina, Anggota Parlemen Belanda Tolak Bersalaman PM Israel

Protes Kebijakan Israel atas Palestina, Anggota Parlemen Belanda Tolak Bersalaman PM Israel

Presiden Turki Pertanyakan Simbol Kebebasan di Eropa
Turki Beri Sanksi Ekonomi Terhadap Belanda
Terkait Pembantaian Muslim di Srebrenica, Turki Kecam Belanda

AMSTERDAM, SUARADEWAN.com – Anggota Parlemen Belanda, Tunahan Kuzu, menarik tangannya dan menolak bersalaman dengan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu. Ini terjadi saat Netanyahu mengunjungi Gedung Parlemen Belanda di Den Haag, Kamis 15 September 2016 waktu setempat.

Kuzu, yang dikenal sebagai politikus pro imigran, di hadapan Netanyahu menarik tangannya. “Saya menolak berjabat tangan dengan Anda,” kata Kuzu sambil tersenyum, sebagaimana dilaporkan Independent. Pada saat itu Kuzu juga mengenakan pin bendera Palestina.

Tak lama setelah peristiwa tersebut, Kuzu menyampaikan bahwa dia menolak menjabat tangan Netanyahu sebagai bentuk protes atas militer Israel yang menduduki wilayah Palestina dan menjajah warganya. Sikap tersebut dia unggah ke akunnya di Facebook.

Tunahan Kuzu Legislator Belanda tolak jabat tangan PM Israel

Kunjungan Netanyahu ke Den Haag merupakan bagian dari tur dua hari di Belanda. Kehadiran PM Israel ke Negeri Kincir Angin itu menuai protes sejumlah kelompok masyarakat dengan berdemonstrasi.

Para demonstran menentang kebijakan pemerintah Israel dengan membawa sejumlah spanduk, yang bertuliskan antara lain “Seret Bibi (Benjamin) Netanyahu ke Pengadilan Kriminal Internasional” dan “Bebaskan Palestina, Boikot Israel!” (SD)

COMMENTS