oleh

Progress 98 ; Millenial itu Dekat dengan Perkembangan Zaman Rugi Kalau Golput

banner-300x250

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pendiri Presidium Alumni 212, Faizal Assegaf mengungkapkan di momentum tahun politik 2019 seperti saat ini sangat rugi jika generasi millenial berdiam diri dan tidak menggunakan hak politiknya.

Padahal, lanjutnya, meski suaranya hanya berada pada angka 30 persen suara nasional tapi sumbangsihnya memberikan efek yang signifikan. Karena, kaum millenial yang cenderung golput ini adalah yang sangt dekat dengn teknologi. Oleh karena, menurutnya jika dengan angka tersebut tak dimanfaatkan dengan baik, maka ia akan tertinggal dalam beberapa hal pada bangsa ini.

“Generasi millenial itu terbagi kedalam dua kelompok. Pertama, mereka adalah generasi yang enjoy dan dekat sekali dengan perkembangan zaman. Dan, kedua adalah mereka yang terpapar dengan ideologi Khawarij, ideologi yang tertutup,” ungkap Faizal Assegaf, di D Hotel, Jakarta, Sabtu (23/02).

Baca juga  Eks Ketua HMI: Generasi Milenial Penentu Kualitas Demokrasi di Indonesia

Selain itu, Golput menurutnya adalah mengurungi kualitas demokrasi bangsa Indonesia. Sehingga anak muda yang berani melawan fanatisme beragama adalah benar-benar anak muda yang ingin kualitas demokrasi terjaga.

“Yang sebenarnya jumlah sedikit, dan akan tertinggal dalam banyak hal,”jelas Ketua Progress 98 ini.

Sebelumnya, diskusi publik dengan tema Ancaman Golput di Tahun Pemilu; Dimanakah Suara Millenial dan Ummat Islam Berlabuh, menghadirkan Pengamat Politik Ray Rangkuti dan Politisi PAN Basiruddin Amiruddin, yang diselenggarakan di D Hotel, Jakarta, Sabtu (23/02).

Baca juga  Srikandi Peraih Medali Emas Indonesia di Asian Games 2018 (3)

Selain diskusi publik, kegiatan yang diselenggarakan oleh Leader Center ini juga menyampaikan Deklarasi Gerakan Millenial Anti Golput.

“Kami Gerakan Milenial Anti Golput dengan ini mendeklarasikan diri, Ikut andil dalam melawan Golput
. Kami turut serta menjaga pemilu dari bahaya Golput yang mengurangi kualitas demokrasi bangsa Indonesia,”ucap Wiranto koordinator Acara.