Presiden Jokowi : Framing Menuju 2019, Ada 2 Kepentingan, Bisnis dan Politik

Presiden Jokowi : Framing Menuju 2019, Ada 2 Kepentingan, Bisnis dan Politik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Jokowi mengungkapkan alasan dibalik cenderung panasnya situasi politik di tanah air sejak delapan bulan terakhir.

Lentera Digital Global Kembangkan Inovasi Digital Payment dengan Teknologi Blokchain
BEI: Sepanjang 2018, Investor Asing Tarik Dana Rp 48,3 Triliun di Pasar Modal
Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Ikut Ramaikan IBT Expo di Surabaya

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Presiden Jokowi mengungkapkan alasan dibalik cenderung panasnya situasi politik di tanah air sejak delapan bulan terakhir.

Menurut Presiden, situasi panas tersebut sengaja dibentuk dan dimunculkan pihak tertentu karena merasa kepentingan politik dan bisnisnya terganggu oleh langkah kebijakan Pemerintah selama ini.

Ia mengungkapkan situasi panas ini adalah bentuk upaya framing yang dilakukan pihak tertentu tersebut untuk menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat menggelar silaturahim dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5).

“Ini framing situasi menuju 2019 (Pemilu 2019). Ada dua kepetingan, yaitu kepentingan kekuasaan politik dan kepentingan bisnis yang tidak nyaman,” kata Jokowi.

Namun Jokowi tidak merinci mengenai kepentingan politik yang merasa terganggu dengan langkah pemerintahannya itu, melainkan ia hanya menjelaskan mengenai bagian kepentingan bisnis saja.

Dijelaskan Jokowi, ada lima poin langkah pemerintah yang tidak disukai oleh pihak tertentu tersebut. Pertama, mengenai penindakan dan penenggelaman kapal-kapal yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing. Kedua, terkait pembubaran Petral. Ketiga, mengenai rencana pembangunan kilang. Keempat, pengaturan soal pangan dan distribusinya. Dan kelima, soal daging.

Ia mengungkapkan ada dua poin yang paling kuat tarikan kepentingannya dibandingkan tiga poin yang lain, yakni mengenai pembubaran Petral dan pembangunan kilang minyak.

“Kepada Menteri ESDM, tugasnya pertama-tama adalah membubarkan Petral dan membangun kilang. Di dua hal ini, kepentingannya banyak banget. Saya akan masuk sampai ujung ke siapa. Kita tahu diputar-putar terus untuk urusan ini,” kata Jokowi. (za/de)

COMMENTS

DISQUS: