PPP Ungkap Alasan Belum Rampungnya Pembahasan RUU Minol

PPP Ungkap Alasan Belum Rampungnya Pembahasan RUU Minol

Sekjen PPP: Tidak Adil Prabowo Salahkan Jokowi Soal Kondisi Indonesia
DPR Minta Perhatikan Tiga Hal Ini Dalam Penataan Penyelenggara Umrah
Cegah Kampanye Hitam, RUU Pemilu akan Mengatur Regulasi Kampanye di Media Sosial

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Anggota DPR dari fraksi PPP sekaligus anggota Pansus Minuman Beralkohol (Minol), Achmad Mustaqim, menungkapkan alasan berlarut-larutnya pembahasan mengenai RUU Minuman beralkohol tersebut.

Menurut Mustaqim, alasan yang menghambat pembahasan RUU Minol tersebut adalah karena Pansus masih belum menyepakati nama atau judul dari RUU itu.

“Ada dua penghambat pembahasan Pansus, pertama secara internal dalam Pansus ada polarisasi judul dan konten, pertama kayak PPP yang didukung dua fraksi lain di judul ‘Larangan’. Beberapa fraksi setuju judul ‘Pengendalian dan Pengawasan’. Kemudian ada yang setuju judul ‘Minuman Beralkohol’,” kata Mustaqim di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/4).

Dan hambatan kedua, sambung Mustaqim, adalah berasal dari pihak pemerintah. Pemerintah sering tidak hadir dalam rapat Pansus saat akan dilakukan pembahasan.

“Pemerintah hingga batas akhir pengambilan keputusan masih berat sekali untuk berkompromi. Kita meminta agar kata larangan tetap masuk di dalam RUU sebagai bentuk perlindungan masyarakat dengan mayoritas umat Islam,” tukasnya.

Mustaqim mengaku menyayangkan jika pembahasan RUU ini sampai dihentikan, sebab sudah banyak pengorbanan yang dilakukan selama proses pembahasan ini. Karena itu DPR menegaskan akan tetap memperjuangkan perpanjangan pembahasan RUU Minol ini hingga selesai.

“Sangat disayangkan kalau kemudian ini di case close karena sudah sedemikian banyak pengorbanan Pansus ini selama setahun setengah ini. Dan kami juga memperjuangkan akan ada perpanjangan waktu, dan pemerintah pun komitmen ingin melanjutkan perdebatan pembahasan RUU ini,” ungkap Mustaqim. (ZA)

COMMENTS