oleh

PPJ Minta Polisi Periksa Anies Baswedan Terkait Bantuan Dana “Haram” Ratna Sarumpaet

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Massa dari Pergerakan Pemuda Jakarta (PPJ) meggelar aksi unjuk rasa di halaman Balaikota – Kantor Gubernur DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

Massa PPI meminta Anies bertanggung jawab atas perbuatannya karena terbukti menyalahgunakan jabatannya sebagai Gubernur dengan memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta (Disparbud) memberikan bantuan alokasi dana untuk Ratna Sarumpaet ke Chile, dimana dana tersebut tidak jelas sumbernya di APBD.

banner 1280x904

“Kami minta supaya bantuan dana dari Disparbud – DKI Jakarta untuk Ratna Sarumpaet ke Chile dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum, karena dana yang berasal dari anggaran Dinas harus jelas mata anggarannya di APBD. Masalahnya, mata anggaran di Disparbud untuk kegiatan Ratna itu tidak ada. Karena itu, kami minta Polisi memanggil dan memeriksa Gubernur Anies Baswedan,” ujar Wasil Koordinator Pergerakan Pemuda Jakarta (PPJ), Jakarta, Senin (5/11).

Baca juga  Forum Peduli Warga Usulkan Kepada Gubernur Agar Copot Kadinkes DKI Jakarta

Tidak hanya itu, Wasil juga mempertanyakan kebijakan Anies yang dinilai semakin mundur, terutama terkait Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kian semraut. Ditambah lagi soal janji Rumah DP nol rupiah yang terkesan dipaksakan dan tidak murni untuk rakyat miskin Jakarta.

Baca juga  Jaga Toleransi di Jakarta, Dodi Ambardi: Para Elite Harus ‘Membereskan’ Diri Dulu

“Anies Gagal menata PKL karena semakin semraut dan tidak jelas, bahkan PKL kembali menyerbu trotoar sebagai lokasi penjualan di Tanah Abang. Ini menunjukkan Pemprov DKI Jakarta tidak punya konsep menata PKL. Ditambah lagi persoalan janji Rumah DP nol rupiah yang saat ini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan rampung Juli 2019, itu pun kalau tidak meleset lagi seperti sebelum-sebelumnya,” tegas Wasil (th).

Komentar