oleh

PPATK Temukan Banyak Transaksi Curang di Pilkada 2017

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Setelah berlalu kurang lebih tiga bulan lamanya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akhirnya mengungkap temuannya soal transaksi curang di Pilkada 2017. Transaksi tersebut mencurigakan karena besarannya mencapai Rp 101 miliar.

“Total saja ya, aku enggak boleh kasih tahu detailnya. Pokoknya sekitaran Rp 101 miliar. Enggak terlalu besar lah,” terang Kepala PPATK Ki Agus Badaruddin, Jumat (14/7/2017).

Dari jumlah ini, terdapat sekitar 122 pihak yang diduga terlibat, termasuk perusahaan maupun perorangan.

Meski demikian, ia belum bisa memastikan di daerah mana saja transaksi curang tersebut terjadi di masa Pilkada 2017. Tetapi nama-nama dari para terduga pelakunya sudah dikantongi PPATK.

Baca juga  Jokowi: Masa Tenang, Ya Harus Tenang

“Ya, kalau nama-nama ada di kami,” tandasnya.

Adapun bentuk transaksi tersebut, Agus menjelaskan ada 10 bentuk kecurangan. Di antaranya adalah penggunaan perusahaan yang berafiliasi dengan Calon Kepala Daerah untuk menampung dana hasil sumbangan Pilkada.

“Itu ada, kami menemukan lima individu,” ungkapnya.

Selanjutnya, indikasi penerimaan dana dari perusahaan yang memiliki kepentingan terhadap hasil Pilkada ke istri pemenang. Ada juga penerimaan dana oleh Calon Kepala Daerah dan sejumlah pihak, yang di antaranya melalui setoran tunai.

Baca juga  Jimly Asshidiqie: DKPP Terima Ratusan Laporan Kecurangan Penyelenggaraan Pilkada

Selain itu, ada pula dana yang berasal dari pencairan kredit modal kerja, penerimaan setoran tunai oleh kandidat, pembukaan rekening penampungan oleh incumbent (petahana), penggunaan rekening pribadi untuk menampung dana operasional, pembukaan rekening yang diduga untuk menampung dana dalam rangka pemilihan, serta penerimaan dana dari perusahaan oleh Calon Bupati. (ms)

Komentar