oleh

Potensi Hasil Petani OAP Solusi Ditengah Pandemi, Gazam Tegaskan Pemerintah Agar Bergerak Cepat

KOTA SORONG, SUARADEWAN.com – Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Abdullah Gazam mengatakan Pandemi COVID-19 mengakibatkan situasi dan kondisi masyarakat berdampak buruk pada semua aspek kehidupan, terutama yang paling terasa adalah aspek sosial dan ekonomi.

“Dari sisi ekonomi yang terdampak misalnya para petani kita yang tidak maksimal menjual hasil panennya akibat daya serap jual beli di pasar yg kian semakin lemah,” tulis Abdullah Gazam kepada suaradewan.com, Sabtu (25/04).

banner 1280x904

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, menjelaskan di satu sisi masyarakat kita pada umumnya yang ingin berbelanja beberapa bahan makanan seperti beras dan lain sebagainya itu pun sudah tidak bisa mereka beli akibat dari tidak ada simpanan uang lagi yang mereka punya.

Para Penjual emak-emak Papua Barat di Pasar Tradisional

Akibat dari dampak Covid 19 ini, lanjut Gazam, hampir semua orang hari ini menjerit karena susah. Misalnya, tukang ojek yang tidak maksimal dalam menarik penumpang, banyak toko dan kios yang tutup, banyak karyawan yang di PHK akibat dari beberapa perusahaan yang terpaksa tutup. akumulasi dari semua itu mengakibatkan perekonomian kita saat ini “lumpuh”.

Baca juga  Gugus Tugas Memanggil Para Patriot

“Olehnya itu ketika masyarakat kita tidak lagi mampu membeli beras, sementara mengharapkan bantuan beras dr pemerintah pun pembagianya tidak merata hanya kalangan tertentu saja itu pun sangat terbatas misalnya satu RT yang sekian ratus KK hanya tidak lebih dari 20 an KK saja yang menerimanya padahal semua orang terkena dampak. Akhirnya yang terjadi justru menimbulkan masalah baru yakni kecemburuan sosial sesama masyarakat mapun kepada pemerintah itu sendiri,” terang Ketua PKB Sorong Barat ini.

Tokoh muda ini pun melanjutkan bahwa satu-satunya solusi adalah memperdayakan para petani, terutama petani Orang Asli Papua (OAP) yang notabene kebanyakan menanam hasil kebun berupa singkong, keladi dan umbi-umbian lainya.

“Dalam situasi semacam ini bahan makan seperti itu sangat diperlukan sebagai pengganti beras yang kian mahal dan tak terjangkau. Secara kelembagaan di DPRD Papua Barat akan kami dorong agar tawaran ini benar-benar dapat direalisasikan sesegerah mungkin,” pungkasnya dalam rilis yang diterima suaradewan.com.

Baca juga  Update Penanganan Covid-19 di Indonesia: 11 Wilayah Terapkan PSBB
Ket Foto : Abdullah Gazam se-Usai Belanja di Pasar Tradisional

Untuk itu, lanjut Gazam, penghasilan kebun dari petani OAP itu yang kemudian harus dibeli oleh pemerintah. Secara tegas, ia berharap agar hasil petani lokal ini yang dibeli oleh pemerintah, maka secara tidak langsung pemerintah telah ikut berkontribusi membantu meringankan kondisi yang ada saat ini dan secara otomatis perputaran ekonomi itu bisa normal kembali dengan sendirinya.

“Saya sengaja hari ini berkeliling ke beberapa pasar tradisional melihat dari dekat aktivitas pasar. Secara khusus saya sengaja berdialog dengan beberapa petani dan pedagang Orang Asli Papua,” kata Gazam kepada redaksi.

“Saya berkesimpulan bahwa stok bahan makanan seperti singkong, keladi, umbi-umbian dan lain sebagainya itu cukup banyak dan melimpah. Olehnya itu potensi ini yang harus di lirik pemerintah untuk membeli semua hasil kebun para petani yang ada, lalu di bagikan kepada masyarakat yang secara umum yang terkena dampak Covid 19,” tutupnya. (aw)

Komentar