oleh

Polri Akan Periksa Marzuki Alie Terkait Kasus e-KTP

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Mantan Ketua DPR Marzuki Alie akan diperiksa oleh Penyidik Direktoral Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri atas laporan dugaan pencemaran nama baiknya oleh Irman dan Sugiharto serta Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Minggu ini beliau akan diundang untuk dimintai keterangan. Sudah bertemu dengan pengacara, soal apa tentu dalam penyidikan,” kata Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Martinus Sitompul, Jakarta, Rabu (22/3/2017).

banner 728x419

 Lanjut Martinus, Marzuki Alie akan diperiksa sebagai saksi pelapor. Dan pemeriksaan ini dilakukan karena penyidik ingin mengetahui materi yang dimaksudkannya dalam laporannya.

Pihaknya sendiri mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar nantinya proses hukum ini dapat berjalan sesuai dengan aturan.

“Ini bagian kerjasama, koordinasi antar lembaga penegak hukum. Untuk mendudukkan persoalan-persoalan yang ada, yang saling terkait dalam proses-proses di KPK. Tentu kita berharap ini diteruskan dan dikembangkan, tapi yang terkait juga dengan penyelidikan oleh pihak kepolisian tentu juga harus dihormati, tapi batasannya sampai mana itulah yang masih dalam pembicaraan,” pungkas Martinus.

Diberitakan, Marzuki Alie melaporkan ketiga nama tersebut atas tuduhan pencemaran nama baik. Dalam dakwaan, nama Marzuki Alie disebut sebagai salah satu penerima uang 20 M guna memuluskan mega proyek e-KTP itu.

Menurut Marzuki Alie, Andi Narogong sengaja mengajukan pemberitahuan palsu kepada penguasa dan melakukan pencemaran nama baik melalui sarana elektronik.

“Ini kan keterangan kosong saja. Saya yakin sahabat-sahabat KPK bekerja secara professional, hendaklah yang seperti ini, yang belum dikonfirmasi, belum diklarifikasi, belum dilihat aliran uangnya, ya janganlah dulu disebut orangnya,” kata Marzuki Alie sebelumnya.

Pada 20 Maret lalu, anggota DPR Malchias Markus dari fraksi Golkar juga melaporkan terdakwa. Dalam surat dakwaan, dia disebut menerima uang sebesar USD. 1,4 juta. (ms)

Komentar

Berita Lainnya