oleh

Polres Jaksel Bekuk Pelaku Sewa Anak-anak Mengemis

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Hari ini dua orang tersangka yang menyewakan anak di bawah umur dibekuk oleh Polres Jakarta Selatan. Anak-anak bawah umur tersebut selain disewakan, juga diekploitasi untuk mengamen, mengemis dan joki 3 in 1 oleh para tersangka tersebut.

Tersangka tersebut adalah Tia alias Mama Wiwit (35) warga Jalan Antasari, Jakarta Selatan serta NH (43) warga pinang ranti, Makassar, Jakarta Timur. Dua tersangka tersebut berjenis kelamin perempuan berprofesi pula sebagai joki 3 in 1 di Jakarta.

banner 1285x856

“Anak itu usia 5 sampai 6 tahun. Kesehariannya dipaksa untuk mengamen, mengemis,” jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat.

Wahyu mengatakan hal ini dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2016). Kabid Humas Polda Metro Jaya Muhammad Iqbal disertai pemerhati anak, Seto Mulyadi biasa akrab dengan sebutan Kak Seto juga turut hadir dalam kesempatan acara itu.

“Kita ada tiga korban, yang satu awalnya diminta mengaku anaknya dari pelaku, tersangka ternyata setelah digali bukan anaknya,” lanjut Wahyu.

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat sekitar. Polisi kini berhasil membekuk para tersangka setelah dua bulan melakukan penyelidikan di lapangan.

“Dari pagi sampai sore, gelap baru berhenti,” sahut Wahyu menjelaskan tentang jam kerja operasional anak-anak di lapangan yang menjadi korban tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Muhammad Iqbal mengatakan, salah satu dari tersangka diduga sebagai ibu kandung dari anak-anak yang menjadi korban tentang tindak pidana perdagangan orang tersebut.

“Tindak pidana eksploitasi anak di bawah umur, memperdagangkan, yang seharusnya anak-anak mendapat perlindungan oleh negara, oleh orangtua, ini bahkan diperdagangkan. Kita melakukan upaya paksa kepolisian untuk menangkap dua tersangka, diduga salah satu tersangka merupakan ibu kandung,” lanjut Iqbal.

Berbagai barang bukti telah diamankan oleh Kapolres seperti satu buah bungkus plastik happy tos, uang tunai, dua unit ponsel genggam, foto, dan rekaman suara. Polisi menjejaki kasus ini termasuk kemungkinan adanya anak-anak lainnya yang telah menjadi korban berikutnya.

Akibat perbuatan para tersangka tersebut, polisi menjerat tersangka dengan dua pasal, yakni Undang-undang pasal 2 nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang, dan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (SD)

Komentar

Berita Lainnya