oleh

Politisasi Agama Akan Menguat di Pilkada DKI Putaran Dua

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Banyak pihak yang menilai bahwa Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran dua nanti akan membuat politisasi agama kian menguat. Hal ini sebagaimana diprediksi oleh pengamat politik Ray Rangkuti.

Menurutnya, Pilkada yang akan mempertemukan antara pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat dengan penantangnya Anies Baswedan – Sandiaga Uno akan menguatkan permainan politik ber-isu SARA. Ia pun mewanti untuk berhati-hati dalam mencermati beragam informasi serta isu yang berkembang sehubungan dengan penyelenggaran agenda politik lima tahunan ini.

banner 728x419

“Rasanya permainan simbol keagamaan lebih kuat ketimbang memproduksi ide soal visi dan misi. Karena sebetulnya bisa dilacak dari pelaksanaan putaran pertama. Kemarin di luar dugaan hasilnya banyak yang tidak sesuai prediksi,” tandas Ray dalam diskusi yang digelar di Kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/3/2017).

Baca Juga:  Kapolri: Situasi Ibukota Aman dan Kondusif

Adapun peran dari partai politik, bagi Direktur Eksekutif dan Pendiri LIMA ini mengamati bahwa di putaran kedua nanti, peran dari parpol pengusung tidak akan terlalu efektif dalam hal mengambil hati para pemilih. Ini berlandas pada pengalaman di putaran pertama sebelumnya.

Baca Juga:  Pendeta Mangapul Sagala Sebut Ev Rita Sudah Berbohong dan Mempolitisasi Ayat Firman Tuhan

“Bahwa parpol ternyata tidak begitu banyak efektivitasnya mendukung paslon dalam Pilkada DKI,” ujarnya.

Karenanya, tambah Ray, justru oknum yang paling dominan. Mereka memanfaatkan isu keagamaan atau SARA yang kemudian dibalut dalam nuansa kampanye paslon tertentu.

“Isu agama sangat efektif hilangkan dukungan suara. Dan ini juga yang sangat terlihat di putaran pertama kemarin,” lanjut Ray. (ms)

Komentar

Berita Lainnya