oleh

Polisi: Kampanye Negatif Boleh Selama Tidak Ada Yang Keberatan

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Polri merespons pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kadernya melakukan kampanye negatif. Polri menyatakan, kampanye negatif boleh selama tidak ada yang komplain atau keberatan.

“Sepanjang tidak ada komplain dan merasa dirugikan, its ok lah. Kalau ada komplain harus ditegakkan hukumnya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Setyo menjelaskan, kampanye negatif atau negative campaign berbeda dengan kampanye hitam atau black campaign. Kampanye hitam jelas bisa dipidana karena cenderung berbau fitnah dan kebohongan.

Baca juga  Memasuki Tahun Politik, Ketua DPR Minta Dewan Tak Alasan Sibuk Kampanye Di Sisa Masa Jabatan

“Kalau negative campaign kan kelemahan-kelemahan seseorang kemudian diekspose. Kalau yang bersangkutan merasa nyaman, cuek, ya tidak apa,” katanya.

Namun jika ada yang merasa dirugikan akibat kampanye negatif tersebut, maka Polri bisa melakukan penyelidikan berdasarkan laporan.

“Kalau yang bersangkutan tidak nyaman dan merupakan katakan aib orang yang dieskpose, ya tidak boleh. Negative campaign kan gitu, mengeksploitasi kekurangan dan kelemahan seseorang,” ucap Setyo.

Baca juga  Polri Gandeng Kemenkominfo Blokir Info Kampanye di Masa Tenang

Sebelumnya, Sohibul Iman mempersilakan kadernya melakukan kampanye negatif pada Pilpres 2019 dan Pemilu 2019, dengan catatan serangan yang dilakukan terhadap lawan sesuai dengan fakta. Namun dia mewanti-wanti anggotanya tidak melakukan kampanye hitam dan Porsi kampanye negatif yang diperbolehkan itu hanya 20 persen dan 80 persennya kampanye positif. (lip)

Komentar