oleh

Polda Metro Jaya Pastikan Tidak Ada Eksodus WN India ke Jakarta

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Kapolda Metro Jaya, Irjen pol Fadil Imran bersama Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memastikan langkah antisipasi penyebaran Covid-19, terkait kedatangan warga negeri asing (WNA) asal India.

“Polda Metro bersama Kodam jaya bekerja bersama untuk antisipasi kedatangan WNA khususnya dari India. Bahwa tidak ada eksodus WNA India ke Indonesia khususnya Jakarta,” kata Fadil ketika ditemui di Jakarta Barat, Sabtu (24/4).

banner 1280x640

Kemudian, terkait eksodus WN India ke Jakarta semuanya telah teridentifikasi dan akan menjalani proses isolasi di Hotel Holiday Inn Gajah Mada Tamansari, Jakarta Barat.

“Adapun 160 orang yang berangkat dari India ke Jakarta semua sudah teridentifikasi dan semua akan diisolasi,” terangnya.

Fadil menegaskan tidak akan segan menindak secara hukum bagi para WN India apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.

Baca Juga:  Tak Hanya Indonesia, Agustus Juga Menjadi Bulan Kemerdekaan Negara-negara Ini

“Jika ada pelanggaran hukum tim penegakan hukum akan ambil langkah penegakan hukum. Agar keselamatan masyarakat yang utama dilakukan di lapangan dengan baik,” terangnya.

Sementara itu, Dudung menyebutkan tim medis telah melakukan PCR swab test guna mendeteksi virus Corona. Hasilnya 12 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hasil PCR swab test dari 160 orang, ada 12 orang yang dinyatakan positif 12 orang ini adalah WN India. Mereka langsung diisolasi mandiri di Hariston Hotel & Suites,” kata dia.

Sementara hasil PCR swab test terhadap tujuh WNI semuanya negatif Covid-19. Meski begitu, mereka tetap diminta menjalani isolasi mandiri di Wisma Atlet Pademangan.

Dudung menyatakan, hal itu adalah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh WNI yang baru pulang dari luar negeri. Apalagi, saat ini di India sedang terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Baca Juga:  Cari Jejak Pelaku Penyiraman Air Keras ke Novel, Polisi Koordinasi Dengan KPK

“Pemberlakuan untuk WNA termasuk WNI dari India diberlakukan tidak lima hari tapi 14 hari karena memang saat ini di India luar biasa, sehingga WNA maupun WNI dari India ini kita antisipasi jangan sampai terjadi penyebaran,” ujar dia.

Dudung menerangkan, pemerintah telah membentuk lima tim guna mengantisipasi kedatangan WNA dan WNI dari India.

“Kami bentuk lima tim yang pertama tim pencarian, kemudian tim evakuasi, kemudian tim kesehatan, kemudian tim penjagaan dan kemudian tim pendekatan hukum,” tandas dia. [cob]

Komentar

Berita Lainnya