PKS: Presidensial Threshold 20 Persen Membatasi Ruang Demokrasi

PKS: Presidensial Threshold 20 Persen Membatasi Ruang Demokrasi

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang mengatur hajat hidup partai politik pada 2019 itu selalu molor, sehingg

Perindo Dukung Jokowi karena Kasus Hary Tanoe, PKS dan PAN Tak Mau Berspekulasi
Anies-Sandi Harus Patuhi Perjanjian Politik dengan Partai Pengusung
Perang Antar-Politisi, Mendagri: Adu Gagasan, Jangan Saling Fitnah dan Benci

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pembahasan Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu yang mengatur hajat hidup partai politik pada 2019 itu selalu molor, sehingga pembahasan tersebut diperpanjang hingga 20 Juli 2017.

Hingga rapat terakhir pada Senin kemarin (19/6), pembahasan antara pemerintah dan DPR masih tersandera dengan isu syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Pasalnya pemerintah bersikeras agar Presidential Threshold (PT) tak berubah, yakni 20 persen kursi atau 25 persen suara sah nasional. Sehingga suara sejumlah fraksi di DPR terbelah.

Baca juga  Firman Subagyo : Ada Kepentingan PKS dan PDIP Dalam Proses RUU MD3

Salah satunya dari fraksi
Fraksi PKS yang menginginkan bahwa PT diangka 0 persen, karena supaya lebih luas membuka ruang demokrasinya. Hal itu dikatakan Ketua fraksi, Jazuli Juwaini.

Sebelumnya PKS telah setuju bahwa PT itu diangka 20 persen. Dikarenakan setiap calon presiden harus mendapat dukungan dan legitimasi dari sejumlah parpol di legislatif. Namun, setelah dikaji kembali, PT 0 persen dapat menyandera sistem demokrasi.

Baca juga  Partainya Dituding Anti-Pancasila, PKS: Kami Tidak Dukung Khilafah

“Awalnya 20 persen, tetapi setelah kami kaji bahwa PT 20 persen ini terlalu mengekang, dan membatasi ruang demokrasi,” kata Jazuli digedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/6).

Sementara itu terkait PT mengalami deadlock karena tidak menemukan titik temu antara keinginan pemerintah dengan fraksi-fraksi di DPR.

Anggota Komisi I menyarankan, seharusnya pemerintah ini piawai dalam persoalan tersebut. (yp)