oleh

PKL Pasar Disebut Tidak Tertib, Komisi II DPRD Kota Balikpapan Sidak Lima Pasar

BALIKPAPAN, SUARADEWAN.com – Terkait adanya laporan mengenai permasalahan pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertib, ditindaklanjuti oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dengan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke lima lokasi pasar di Balikpapan.

Sidak diketuai Ketua komisi II DPRD Mieke Henny beserta jajaran. Mereka langsung menyasar Pasar Pandan Sari, yang menjadi pusat utama pasar di kota Balikpapan.

banner 1280x904

“Kita melakukan pertemuan langsung dengan warga. Sebetulnya warga ini bukan berkarakter yang keras, mau saja di atur. Ketika di luar pasar, nanti kalau ditertibkan mereka mau saja diatur,” ujar Mieke Henny di Balikpapan (20/1).

Mieke menambahkan bahwa permasalahan utama kasus ini adalah konflik yang tidak hanya di dalam pasar, tetapi juga ada sangkut paut pihak dari luar. Yaitu adanya para PKL yang berjualan di luar area gedung pasar sehingga berkonflik dengan para pedagang yang berada di dalam gedung pasar.

Baca juga  Lahan Sekolah Digugat Warga, DPRD Kota Balikpapan Pertanyakan Pendataan Aset Pemkot

“Itu jalan besar Pandan Sari sana, ada tiga tempat dalam kesatuan masalah. Jadi ini yang harus kita bicarakan bersama dengan UPT pasar, dinas perdagangan, dan kepada orang-orang yang sering mengatur di luar pagar,” ucapnya.

Para pedagang yang berada di dalam gedung pasar memang banyak yang menyampaikan protes terkait pedagang di luar gedung yang justru lebih mendapatkan keuntungannya. Bahkan mereka merasa tidak adil di persoalan biaya lapak untuk berjualan.

“Ini yang terpenting, mereka minta itu ketegasan. Banyak warga meminta yang di luar pagar juga harus masuk ke dalam gedung,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, permasalahan pasar ini adalah masalah klasik yang sudah berapa kali periode pemerintahan, tetapi permasalahan ini belum bisa diselesaikan. Sebagaimana protes salah satu pedagang, bahwa memang masih banyak yang membandel dengan sosialisasi yang telah dilakukan.

Baca juga  Sependapat Dengan Pemkot, DPRD Kota Balikpapan: Kesehatan dan Keselamatan Yang Utama

“Telah banyak spanduk larangan berjualan di luar gedung, tetapi justru makin banyak yang berjualan,” ujar salah satu pedagang pasar yang berasa di dalam gedung, Basri.

Basri juga menambahkan bahwa permasalahan yang tidak pernah selesai tersebut sebab dari banyaknya oknum yang “bermain” di sana. Ia juga merasa dirugikan dengan para pedagang di luar sana.

“Itu mereka enak saja. Kita di dalam gedung yang dapat imbasya. Diluar laris saja banyak yang berkunjung. Tetapi kita di sini yang tidak dapat pelanggan,” ungkapnya.

Ia berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah agar permasalahan tersebut cepat selesai. Karena, persoalan tersebut sudah berlangsung lama sejak pasca kebakaran pasar Pandan Sari lima tahun yang lalu. (irf)

Komentar