oleh

Pilkada DKI Jakarta, Benarkah Presiden Jokowi Netral?

SUARADEWAN.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 yang ikut bertarung terdapat tiga pasangan calon. Namun begitu dinamisnya politik di DKI ini, istana pun akhirnya ikut angkat bicara.

Banyak pengamat mengatakan bahwa Presiden Jokowi dalam hal ini yang juga pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Ahok sebagai Wakil Gubernurnya waktu itu, diduga akan melakukan keberpihakan pada salah satu pasangan calon.

banner 728x419

Menepis dugaan intervensi istana dan keberpihakan Presiden, Johan Budi, juru bicara Presiden mengatakan bahwa Presiden Jokowi sama sekali tidak akan melakukan intervensi dan akan bersikap netral pada pilkada DKI 2017 yang akan datang.

Baca Juga:  KPU DKI Larang Kampanye Akbar Putaran Kedua

“Yang pertama, Presiden selalu sampaikan bahwa Presiden netral berdiri di semua pasangan calon. Jadi Presiden mendukung Pilkada yang jujur, adil dan demokratis,” jelas Johan Budi, Selasa (27/9).

Terkait keikutsertakaan salah satu mantan menteri presiden Jokowi, Johan Budi menyampaikan bahwa presiden tidak mempermasalahkan itu, yang penting baginya, lanjut Budi, Pilkada DKI ini berjalan jujur, adil, dan demokratis.

Baca Juga:  Pidato Kampanye Politik Prabowo yang Tendensius

Dugaan bahwa presiden akan melakukan intervensi di Pilkada DKI tentu saja menjadi topik hangat selama masa menjelang kampanye ini. Kita sudah sama-sama tau, bahwa Ahok yang dicalonkan melalui jalur Partai pengusung, termasuk PDIP di dalamnnya merupakan partai yang mengusung Jokowi menjadi presiden, dan yang kedua adalah kedekatan Ahok dan Jokowi menjadi faktor penentu kemenangan Ahok. (SD)

Komentar

Berita Lainnya