Pertemuan Ulama Kepri dan Presiden Singgung Kasus Penyerangan Ulama

Pertemuan Ulama Kepri dan Presiden Singgung Kasus Penyerangan Ulama

Tuntutan Aksi Dicuekin Komnas HAM, Alumni 212 Pun Akhirnya Capek Sendiri
Pasca Bertemu Presiden, GNPF-MUI Adakan Konferensi Pers
Ulama atau Bukan, Kalau Bersalah, Hukum Tak Boleh Tebang Pilih

JAKARTA,SUARADEWAN.com – Presiden Joko Widodo bertemu dengan ulama dari Kepulauan Riau. Dalam pertemuan tersebut sempat menyinggung soal kasus dugaan penyerangan ulama dan tokoh agama.

Pemerintah berjanji akan menjaga para ulama dan tokoh agama dari tindakan kekerasan. “Pemerintah menanggapi positif, menjaga para ulama para tokoh dari kegiatan-kegiatan itu,” tutur Ketua PWNU Kepri Usman Ahmad di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/2).

Kasus penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama tengah marak terjadi di sejumlah daerah. Data dari kepolisian, sudah ada 21 kasus kekerasan terhadap simbol keagamaan, baik terhadap tokoh agama atau tempat ibadah. Masing-masing satu peristiwa terjadi di Aceh, Banten, DKI Jakarta, juga DI Yogyakarta. Lalu ada empat peristiwa di Jawa Timur, dan 13 peristiwa di Jawa Barat.

Salah satu contohnya kasus penganiayaan terhadap pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah KH Umar Basri di Bandung, Jawa Barat. Pelaku menganiaya korban yang saat itu tengah berzikir sendirian di dalam Masjid.

Menurut Usman, keamanan para ulama dan tokoh agama menjadi tanggung jawab pemerintah melalui aparat keamanan. “Ini tugas keamanan mengawal rakyatnya di mana pun rakyatnya berada mendapat pengamanan,” kata dia. (af)

COMMENTS