Pertemuan ASEAN-AS Perkuat Komitmen Perangi Terorisme

Pertemuan ASEAN-AS Perkuat Komitmen Perangi Terorisme

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam rangka mengantisipasi sekaligus memerangi tindak kejahatan terorisme berskala global, negara-negara yang tergabung dal

Konferensi International SKSG UI: Terorisme, Antitesis Peradaban Modern Umat Manusia
Tangkal Terorisme, Facebook Perketat Pengawasan Konten Radikal
Densus 88 Ringkus Pria di Cibubur Karena Terindikasi Bom Kampung Melayu

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Dalam rangka mengantisipasi sekaligus memerangi tindak kejahatan terorisme berskala global, negara-negara yang tergabung dalam ASEAN melakukan dialog bersama dengan Amerika Serikat.

Dari dialog di pertemuan ke-3 bertajuk ASEAN-United States Dialogue, dibahas lah persoalan-persoalan krusial yang kini mengjangkiti banyak negara, yakni terorisme, termasuk juga juga pencurian ikan secara illegal.

Bertempat di Washington DC, Amerika Serikat pada 2 – 3 Mei 2017, pihak tuan rumah (AS) bersama Malaysia selaku country coordinator kerjasama ASEAN-AS, menyoal tentang pemberantasan pencurian ikan tersebut.

Lantaran illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing juga menjadi sumber masalah utama di kawasan perairan AS, tak ayal jika AS mendukung penuh langkah-langkah negara-negara ASEAN lainnya, termasuk upaya yang juga kini gencar dilakukan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca juga  Tumpas Terorisme, Polri Bekuk Sejumlah Teroris Jaringan JAD

Pertemuan itu sendiri dihadiri oleh delegasi negara ASEAN dan Sekjen ASEAN. Untuk Indonesia, delegasi dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares.

Dan pada kesempatan itu, delegasi Indonesia tak lupa menyampaikan juga rencana untuk mengajukan ASEAN Regional Forum (ARF) Statement on Cooperation to Prevent, Deter, and Eliminate IUU Fishing pada pertemuan ARF selanjutnya. Hingga masalah perdagangan manusia juga ditegaskan di dalamnya.

“Tantangan terorisme dan kejahatan perdagangan manusia di kawasan ini semakin kompleks. Dalam kaitan itu, kerjasama ASEAN dengan Amerika harus terus diperkuat dan ditingkatkan,” terangnya.

Baca juga  Komitmen Para Dosen Muda se-Indonesia: Tebar Islam Moderat, Tangkal Terorisme

“Indonesia memandang penting adanya strategi penanganan terorisme yang komprehensif mencakup hard and soft approaches,” sambungnya.

Untuk itu, Indonesia sendiri sangat mengapresiasi upaya ASEAN dan kerjasama ASEAN-AS ini dalam rangka menangani masalah-masalah mendesak tersebut. Langkah ini merupakan lanjutan dari ditandatanganinya ASEAN-US Joint Declaration for Combating Terrorism pada tahun 2002 silam.

“Kita perlu waspadai tantangan dan ancaman terorisme ini, termasuk potensi meningkatnya infiltrasi ISIS di kawasan, meningkatnya fenomena lone-wolf terrorist dan penggunaan media sosial untuk rekruitmen teroris serta penyebaran ideologi ekstrimism,” harapnya lebih lanjut. (ms)