oleh

Perjalanan Qomar: Pelawak, Anggota DPR, Rektor Hingga Dijebloskan ke Penjara

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pelawak Nurul Qomar dilaporkan oleh pihak Universitas Muhadi Setiabudhi (UMUS) atas kasus dugaan pemalsuan dokumen S2 dan S3.

Saat itu, diduga Qomar menggunakan dokumen palsu sebagai salah satu syarat menjadi rektor di UMUS. Sejak 2017, proses hukum terus berjalan. Hingga pada Agustus 2020, Qomar dijebloskan ke penjara.

banner 1280x904

Berikut perjalanan kasus pelawak Nurul Qomar:

Pelawak Nurul Qomar saat dieksekusi Kejaksaan Negeri Brebes menuju Lapas Kelas IIB Brebe, Rabu (19/8/2020)

Dilaporkan sejak tahun 2017

Tim pengacara UMUS Brebes saat itu, Tobidin Sarjum mengatakan, pihak kampus melaporkan Qomar ke polisi sejak akhir 2017. Pada saat itu, Qomar yang menjabat Rektor UMUS dan akan mewisuda sarjana tak bisa memberikan ijazah S2 dan S3.

Qomar menunjukkan surat keterangan lulus (SKL) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun, saat dicek, ternyata Qomar belum lulus dari UNJ.

“Padahal surat SKL atau ijazah dibutuhkan saat akan mewisuda,” kata Tobidin, Rabu (26/6/2019). Pihak UMUS melaporkan lantaran merasa dirugikan oleh Qomar.

Penjelasan UNJ

Menanggapi kasus tersebut Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memastikan pelawak Qomar belum lulus dari studinya di UNJ. Kepala Kantor Humas dan Informasi Publik UNJ saat itu, Krisna Murti mengatakan, Qomar mengambil kuliah jenjang S2 dan S3 di UNJ.

“Di S2 Manajemen Pendidikan Dasar dan S3 Prodi Pendidikan Dasar,” ujar Krisna.

“Memang pernah menjadi mahasiswa UNJ dan UNJ tidak pernah mengeluarkan SKL yang bersangkutan,” kata Krisna Rabu (26/6/2019).

Sementara, kuasa hukum Qomar Furqon Nurjaman ketika itu mengaku ada kesalahpahaman dalam kasus tersebut. Furqon mengaku, surat keterangan lulus itu bukan palsu lantaran Qomar sudah mengajukan disertasi dan siap sidang.

“Sudah kami ajukan permohonan agar tidak ditahan. Pertimbangannya, kasus ini ada kesalahpahaman terkait persoalan surat keterangan (S2 dan S3). Bukan pemalsuan ijazah. Selain faktor kesehatan (agar tidak ditahan),” kata Furqon, di Mapolres Brebes, Selasa (25/6/2019).

Pelawak Nurul Qomar menjalani sidang putusan dugaan pemalsuan dokumen di Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/11/2019)

Divonis penjara 1 tahun 5 bulan

Baca juga  Pelaku Penganiayaan Telah Ditersangkakan, Polsek Tanete Riattang Malah SP3-kan

Rangkaian sidang kasus yang menjerat Qomar berlangsung beberapa bulan. Dalam sidang putusan atas kasus dugaan pemalsuan dokumen Surat Keterangan Lulus (SKL) program S2 dan S3, pelawak Qomar divonis 1 tahun 5 bulan penjara oleh majelis hakim. Sidang itu digelar di Pengadilan Negeri Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/11/2019).

“Menyatakan terdakwa Nurul Qomar telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana memakai surat palsu. Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa satu tahun lima bulan penjara,” ucap Ketua Majelis Hakim, Sri Sulastuti, saat membacakan vonis di PN Brebes, Senin (11/11/2019).

Pada saat itu Qomar mengajukan banding.

Kasasi ditolak

Nurul Qomar mengajukan kasasi setelah tak puas dengan hasil banding di pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi menjatuhi hukuman 2 tahun penjara atau lebih tinggi dari putusan Pengadilan Negeri Brebes yakni 1 tahun 5 bulan.

Pada Rabu (19/8/2020) pihak Kejaksaan Negeri Brebes mengeksekusi pelawak Nurul Qomar ke Lapas Kelas IIB. Qomar harus menjalani hukuman lantaran kasasi yang diajukan kuasa hukumnya ditolak di tingkat Mahkamah Agung (MA).

“Setelah keputusan MA inkracht, kita menjalankan eksekusi sesuai undang-undang,” kata Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Brebes Andhi Hermawan Bolifar.

Qomar pun harus menjalani putusan 2 tahun penjara.

Pelawak Nurul Qomar memberikan keterangan kepada awak media sesaat sebelum masuk ke ruang tahanan Lapas Kelas IIB Brebes, Rabu (19/8/2020)

Ajukan PK hingga minta grasi ke Presiden

Menanggapi hal tersebut, Qomar berencana mengajukan peninjauan kembali (PK) hingga grasi ke Presiden Jokowi.

“Ada rencana PK. Itu prosedur, peluang-peluang, nanti kuasa hukum akan PK langkah-langkah terakhir minta ampunan. Termasuk minta grasi sama Bapak Presiden Jokowi,” kata Qomar kepada wartawan di Lapas Kelas IIB Brebes, Rabu (19/8/2020).

Meski mengaku belum puas dengan putusan itu, Qomar menyatakan akan menghadapinya dengan ikhlas.

“Hari ini saya merasa masuk pesantren. Kegiatan nyantri itu kegiatannya cuma di kamar, majelis taklim, mushala, ngaji, baca dan enggak boleh keluar. Anggap saja saya sedang nyantri untuk memperdalam lagi apa yang belum dalam,” kata Qomar kepada wartawan di Lapas Kelas IIB Brebes.

Baca juga  Polda Metro Tingkatkan Patroli Tangkal Kriminalitas di Jalanan

“Saya melihat dengan kacamata ketuhanan. Hari ini saya senang hati. Saya ingin membuat tuhan tersenyum dengan apa yang saya lakukan. Saya terima keputusan ini dengan senang hati. Keluarga saya mental dan mindset-nya sudah establish,” ujar Qomar.

H. Qomar; Dari Komedian, Anggota Dewan Hingga Menjadi Rektor

Dia dikenal dengan nama panggung Komar atau Qomar, yang merupakan pemeran dan pelawak Indonesia berdarah Sunda. Bersama dengan Derry, Eman, dan Ginanjar mereka membentuk grup lawak Empat Sekawan yang dikenal melalui komedi situasi Lika-Liku Laki-Laki.

Qomar juga adalah anggota DPR periode 2004-2009 dan 2009-2014 dari Partai Demokrat, untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII. Dan pada 2013, Qomar mengikuti kontes Pemilihan Umum Bupati Cirebon 2013 yang berpasangan dengan Drs. H. Subhan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Cirebon, namun lantas Qomar akhirnya kalah dalam pertarungan itu.

Semasa menjabat sebagai anggota DPR, Qomar juga aktif berdakwah dan aktif menjalani kampanye kegiatan sosial, termasuk di antaranya sebagai Duta Aksara Nasional.

Lama malang melintang di dunia hiburan dan di dunia pemerintah, H. Nurul Qomar dinilai mampu memimpin di institusi pendidikan dengan berbagai dukungan dari berbagai kalangan, Ia kemudian resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) pada Kamis, 16 Februari 2017.

Diketahui, H. Qomar menjadi Rektor Umus menggantikan posisi dari Prof Dr H. Tri Jaka Kartana MSi yang memilih kembali memimpin Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Mantan guru sosiologi dan antropologi di salah satu sekolah swasta di Cirebon dan suami dari Hj Siti Mariyamini akan lebih fokus meningkatkan pendidikan di Kabupaten Brebes. (kompas/ed)

Komentar