oleh

Pengadaan Kendaraan Dinas Senilai Rp 1,4 Miliar di Tengah Pandemi, Dinkes Sehat?

SUARADEWAN.com, BONE — Pengadaan Kendaraan Dinas (Randis) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Sulsel sebanyak 5 (lima) unit di tengah pandemi Covid-19 menuai sorotan.

Kritikan tersebut dilontarkan Tokoh Milenial Bone Eko Wahyudi. Menurutnya, pengadaan randis ditengah kesulitan yang dialami masyarakat dinilainya kurang tepat, walaupun dianggarkan tahun sebelumnya.

“Harusnya anggaran yang ada bisa dialokasikan sesuai dengan kebutuhan saja, masih banyak masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Para tenaga medis dan sukarelawan yang mempertaruhkan nyawa untuk para korban Covid-19 tentu lebih membutuhkan lebih banyak biaya operasional,” tutur Eko saat dikonfirmasi suaradewan.com, pada Selasa (9/6/2020).

Baca juga  ULP dan PPTK Sekwan di Bone Diduga "Main Mata" Dengan Penyedia

Ia menuturkan, ditengah pandemi seperti ini, janganlah menari-nari diatas penderitaan rakyat. Sudah cukup kita melihat masyarakat sengsara akibat pandemi Covid-19 ini?

“Hampir semua elemen masyarakat di Bone terdampak, para pekerja informal, buruh, pelaku UMKM, pembuat undangan kesulitan menanggung kebutuhan sehari-hari akibat pemasukan yang terus menerus menurun, belum lagi para petugas dan tenaga medis yang serba kekurangan dalam melakukan pelayanan kepada pasien,” imbuhnya.

Solusinya kata Eko menambahkan, Pemerintah cukup fokus pada perencanaan program daerah yang memaksimalkan mitigasi dan adaptasi bencana agar bersama-sama kita tuntaskan dan akhiri pandemi Covid-19 di Bone.

Baca juga  Semakin Diminati, Pendaftaran PPBD SMKN 1 Bone Membludak

“Mari kita mengunakan akal sehat kita, berfikir yang sehat dan fokus agar wabah covid-19 bisa kita atasi dan masyarakat di Bone bisa kembali hidup normal dan beraktivitas seperti sedia kala,” pungkas Eko.

Untuk diketahui Dinas Kesehatan Bone harus mengelontorkan anggaran kurang lebih 1,4 miliar untuk melakukan pembelian 5 unit Randis yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 yang bersumber dari anggaran Kementerian.

YUSUF MUHAMMAD AL-FATIH

Komentar