oleh

Pengacara Minta Kepolisian Terbitkan SP3 Kasus Munarman dan Habib Rizieq

JAKARTA,SUARADEWAN.com – Tim kuasa hukum juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman meminta Polda Bali menerbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) terhadap kliennya.

Munarman disangkakan melanggar Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 28 tentang fitnah. Munarman diduga telah melakukan fitnah terhadap Pecalang Bali.

banner 728x419

“Kami juga memberikan waktu kepada polisi, penyidik untuk melihat substansi perkara dengan jernih. Agar ada kesadaran untuk meng-SP3-kan,” kata Kapitra Ampera, pengacara Munarman, , Rabu 22 Februari 2017.

Menurut Kapitra, permintaan SP3 terhadap kliennya dilayangkan karena unsur pidana yang disangkakan kepada Munarman lemah.

Selain SP3 untuk Munarman, Kapitra juga meminta Polda Bali untuk menerbitkan SP3 terhadap Rizieq Shihab dengan alasan yang sama.  Ia pun membandingkan dengan kasus yang sama, yang  menjerat Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando yang sudah mendapat SP3.

“Kami desak agar kasusnya di-SP3-kan. (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia) Ade Armando saja langsung di-SP3-an. Ini enggak ada unsur pidana apapun,” ucap Kapitra.

Seperti diketahui, Munarman dilaporkan oleh sejumlah tokoh masyarakat Bali atas ucapannya yang menuding Pecalang Bali melempari umat islam yang sedang melakukan shalat di Masjid. Dan sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka

Ucapan Munarman ini dianggap fitnah dan berpotensi memecah kerukunan umat beragama yang sudah terbina baik di Bali.

Adapun kasus yang tengah menjerat Habib Rizieq  adalah terkait dugaan kasus pelecehan lambang negara, tudingan palu arit di uang, dan penghinaan terhadap Presiden ke-1 Soekarno. (DD)

 

Komentar

Berita Lainnya