oleh

Pengacara Bachtiar Nasir Bantah Tudingan Soal Aliran Dana Ke Suriah

JAKARTA,SUARADEWAN.com – Pengiriman dana bantuan ke Turki untuk pengungsi di Alepppo, Suriah tidak ada hubungannya dengan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir.

Hal itu disampaikan oleh Kapitra Ampera, Pengacara Bachtiar Nasir, Kamis (23/2/2017).

banner 728x419

Kapitra membantah pernyataan Kapolri yang menyebut telah menemukan bukti transfer dana bantuan dari Bachtiar Nasir ke Tuki karena bukti transfer yang ditemukan Kepolisian terjadi pada juni 2016 sedangan GNPF MU baru terbentuk pada Okbober 2016.

Kapitra membenarkan memang ada kiriman dana bantuann yang dilakukan oleh pegawai Bank BNI Syariah, Islahudin Akbar. Namun dana tersebut milik Abu Kharis, pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam. Jadi bukan milik Bachtiar Nasir

Baca Juga:  Rekan Bachtiar Nasir Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang Yayasan

“Memang ada transfer US$4,6 ribu dari Islahudin lewat rekening pribadi. Itu uang Abu, pengurus yayasan Solidaritas untuk Syam,” ungkap Kapitra

Abu Kharis, jelas Kapitra adalah teman dekat Islahuddin Akbar.  Islahudin kemudian diminta oleh Abu Kharis untuk mengirimkan uang tersebut ke salah satu lembaga kemanusian Turki, Insan Hak ve Hurriyetleri Insani Yardim Vakfi atau dikenal dengan nama IHH pada Juni 2016.

Kapitra pun membantah keras bahwa dana tersebut berasal dari dana donasi aksi bela islam pada oktober yang ditampung oleh Yayasan Keadilan Untuk Semua milik Bachtiar Nasir.

Baca Juga:  Tak Mau Disebut Teroris, ISIS Mengancam Para Penegak Hukum di Indonesia

“Jadi tidak pernah ada Bachtiar Nasir mengirim uang sebesar 4.600 dollar AS ke Turki,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut ada bukti transfer uang yang dilakukan Bachtiar Nasir ke Turki sebesar Rp 1 milliar. Uang tersebut ditarik oleh seseorang bernama Islahudin Akbar. Kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir.

Tito menjelaskan, menurut klaim media internasional yang di Suriah, dana bantuan tersebut berhubungan hubungannya dengan salah satu sayap  ISIS, kelompok  Jays Al-Islam. (DD)

Komentar

Berita Lainnya