oleh

Penangkapan Jurnalis yang Meliput Kegiatan Pemberontak di Myanmar Dinilai Penghinaan atas Demokrasi

banner-300x250

MYANMAR, SUARADEWAN.com – The Committee to Protect Journalist, sebuah lembaga perlindungan jurnalis internasional yang berpusat di Amerika Serikat, menuntut pemerintah Myanmar untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditangkap oleh pihak militernya.

Meski alasannya penangkapannya karena ketiga jurnalis tersebut berani meliput kegiatan pemberontak di Myanmar, yakni meliput pemusnahan narkotika gelap oleh Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang, TNLA, menurutnya, ini merupakan penghinaan besar atas demokrasi di Myanmar.

“Ini penghinaan atas demokrasi, kemunduran kebebasan pers di Myanmar,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga  Apa Itu Indonesia?

Sebelumnya, pengkapan ketiga jurnalis ini didasarkan pada undang-undang zaman kolonial yang melarang kontak dengan para pemberontak. Bahwa siapa yang melanggar aturan tersebut, ancaman hukumannya tiga tahun penjara.

“Benar, mereka melanggar hukum karena bertemu dengan kelompok etnik bersenjata di Myanmar,” ujar seorang staf senior Aung San Suu Kyi, Win Htein.

Baca juga  Parlemen setujui peran mirip Perdana Menteri bagi Aung San Suu Kyi

Penangkapan tersebut berloka di dekat kampung Phayargyi di negara bagian Shan, tak jauh dari medan perang antara TNLA dan militer Myanmar.

Sebelum penangkapan itu sendiri, sejumlah media setempat sudah meliput kontak senjata antara tentara militer Myanmar dengan TNLA di pusat pelatihan kelompok bersenjata Myanmar ini. (ms)