Pemkot Tangsel Teken Kerjasama Uji Lapangan Perangkat Telemedicine dengan BPPT

Pemkot Tangsel Teken Kerjasama Uji Lapangan Perangkat Telemedicine dengan BPPT

Unikal Bantah Berita Hoax Tentang Seruan Kebangkitan PKI
Sandiaga Uno Rayu Ibu-Ibu untuk dapat Suara
KAHMI Papua Pertegas Komitmen Kesatuan Kebangsaan Indonesia

TANGSEL, SUARADEWAN.com — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terkait uji lapangan dan pemanfaatan perangkat telemedicine, (28/8).

Dengan Kerjasama in Kota Tangsel menjadi menjadi wilayah pertama dalam rangka uji coba hasil riset BPPT ini. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany yang turut hadir menyaksikan penandatanganan PKS antara Pemkota Tangsel dengan BPPT.

“Saya sangat berterima kasih dengan kerjasama ini. BPPT ada diwilayah Tangsel, sudah komitmen kami, ketika ada uji coba yang dilakukan BPPT, Tangsel menjadi wilayah pertama dalam rangka uji coba hasil riset BPPT ini, baru wilayah lainnya,” kata Airin di Gedung Teknologi III, Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangsel, Selasa (28/8).

PKS ini antara Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel terkait pemanfaatan telemedicine dibidang kesehatan. Dengan adanya kerjasama penandatangan PKS antara BPPT dengan Dinkes maupun RSU Tangsel, diharapkan bisa memudahkan pelayanan kesehatan di Tangsel.

Apalagi jumlah dokter spesialis PNS di Tangsel sangat kurang, sehingga dengan alat ini bisa mempermudah dan melakukan pencegahan pemeriksaan dari jarak jauh. Sehingga kita tidak perlu menyimpan satu dokter spesialis di setiap puskesmas karena alat telemedicine ini bisa membantu kita dalam pemeriksaan kesehatan.

Baca juga  Diberi Asupan Gizi, Penderita Gizi Buruk di Tangsel Berangsur Membaik

“Jika uji coba ini sukses, dan diproduksi massal, kami akan menganggarkan alat ini dengan anggaran APBD Tangsel,” tambah Airin.

Di tempat yang sama Plt Kepala Dinas Kesehatan, Deden Deni, menjelaskan, kerjasama ini terkait telemedicine dengan BPPT. Menurutnya Puskesmas Pondok Cabe Ilir dan RSU Tangsel dijadikan prototype, dengan percobaan alat baru telemedicine.

“Selain telemedicine, kita bekerjasama terkait dengan alat deteksi udara, yang akan dipasang di depan kantor dinas kesehatan untuk melihat kondisi udara diwilayah kantor dinkes,” kata dia.

Deden menjelaskan, Dinkes dan RSU sangat diuntungkan dengan kerjasama ini. Karena telemedicine merupakan teknologi ‘dokter jarak jauh’.

“Nanti teknologi ini bisa melakukan USG, Rontsen jarak jauh, EKG, dokter spesialis ini bisa melakukan pemeriksaan jarak jauh dengan menggunakan alat ini.” jelasnya.

Deden mengatakan, kerjasama dengan BPPT ini bukanlah pertama kali, sebelumnya dinkes juga melakukan kerjasama terkait sistem manajemen puskesmas.

“Kami sangat berterima kasih dengan BPPT, karena setiap ada produk baru yang dihasilkan, baik dibidang kesehatan, Tangsel dijadikan tempat uji coba yang hasilnya pun menguntungkan pemkot Tangsel,” katanya.

Sementara itu Plt RSU Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan, kerjasama ini untuk peningkatan pelayanan kesehatan, karena RSU Tangsel menjadi tempat uji coba alat ini.

Baca juga  Menuju UHC, Pemkot Tangsel Kembali Optimalkan Program JKN

“Kedepannya, bila sukses, program telemedicine ini digunakan untuk daerah-daerah terpencil yang belum mempunyai dokter spesialis, sehingga memudahkan dokter umum untuk melakukan konsultasi dalam penegakan diagnose,” jelasnya.

Direktur Pusat Teknologi Elektronika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Yudi Purwantoro, Telemedicine merupakan teknologi berbasis telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak jauh.

“(Ide) Teknologi ini muncul karena keterbatasan dokter spesialis. Kalau perangkat yang dikirim tentu bisa tapi kalau dokter (spesialis) kondisinya seperti itu (terbatas),” ujarnya.

Lebih lanjut, Yudi menjelaskan, teknologi ‘dokter jarak jauh’ yang mereka godok ini, punya perangkat alat pendiagnosa seperti pada umumnya. Hanya saja nantinya akan disematkan sistem komunikasi yang canggih, berguna untuk penghubung dokter di lokasi dan dokter spesialis di tempat lain.

“Jadi nanti perawat dan dokter di training menggunakan perangkat ini, mendiagnosa tetap dokter spesialis,” katanya.

Kepala BPPT Tangsel, Unggul Priyanto, menjelaskan, telemedicine merupakan dokter yang bisa berkomunikasi dengan pasien melalui online.

“Ini sudah era-nya, mudah-mudahan sukses bisa diproduksi secara massal,” kata Unggul. (sd)

COMMENTS