oleh

Pemkot Tangsel Perpanjang Siswa Belajar Di Rumah Hingga 20 Mei, UN Dibatalkan

TANGSEL, SUARADEWAN.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Tangerang Selatan memperpanjang siswa belajar di rumah hingga 20 Mei 2020. Sebelumnya program belajar di rumah bagi siswa itu hanya sampai 28 Maret 2020.

Hal tersebut dalam rangka pencegahan dan dalam masa darurat penyebaran virus Corona atau Covid-19. Kebijakan perpanjangan itu diteken langung melalui surat edaran oleh Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Taryono, Kamis (26/3). Surat edaran tersebut ditunjukkan kepada seluruh kepala sekolah PAUD, SD, SMP dan SMA Se-Kota Tangerang Selatan.

banner 1280x904

“Menyampaikan hasil diskusi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Banten, terkait perpanjangan siswa belajar di rumah, siswa belajar di rumah diperpanjang sampai tanggal 20 Mei 2020,” kata Kepada Disdikbud Tangsel, Taryono, saat dihubungi, Kamis (26/3).

Baca juga  Truth: Kesadaran Pejabat Tangsel Dalam Melaporkan Harta Kekayaan Masih Rendah
Salinan Surat Edaran Disdik Tangsel

Hal itu dilakukan setelah memperhatikan, surat edaran Mendikbud, kemudian surat edaran Wali Kota/Bupati dan surat edaran BNPB tentang status tanggap darurat bencana pandemi virus Corona. Taryono mengatakan, setelah masa siswa belajar di rumah diperpanjang, dilanjutkan dengan adanya libur nasional selama delapan hari.

“Jadi setelah siswa belajar dirumah, pada tanggal 21 sampai dengan 29 Mei adalah libur dan cuti bersama Nasional,” kata Taryono.

Meski demikian, dalam surat edaran tersebut disampaikan juga beberapa hal, seperti Ujian Nasional (UN) Tahun 2020 secara resmi dibatalkan, kecuali kesetaraan program paket A, B dan C.

Baca juga  Raperda Bantuan Hukum Belum Disahkan: Tangsel Dianggap Tidak Pantas Menyandang Predikat Sebagai Kota Peduli HAM

“Untuk proses pelaksanaan selanjutnya akan mengikuti ketentuan dan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkapnya.

Kemudian dalam proses belajar dari rumah, Taryono menegaskan harus dilaksanakan meski melalui pembelajaran jarak jauh atau daring. Hal tersebut perlu, sebab untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. (fi)

Komentar