Pemimpin Dunia Kutuk Kekerasan Militer Israel yang Tewaskan Sedikitnya 58 Orang di Gaza

Pemimpin Dunia Kutuk Kekerasan Militer Israel yang Tewaskan Sedikitnya 58 Orang di Gaza

LONDON, SUARADEWAN.com -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina yang berdemonstrasi di perbatas

Tak Ada Hubungan Diplomatik, Pengibaran Bendera Israel di Jayapura Dikecam
RUU Legalisasi Permukiman Yahudi di Palestina disetujui Pemerintah Israel
Komunitas Palestina Indonesia: Kunjungan Wantimpres ke Israel Mengecewakan Rakyat Palestina

LONDON, SUARADEWAN.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam tindakan brutal Israel terhadap warga Palestina yang berdemonstrasi di perbatasan Jalur Gaza pada Senin (14/5). Sedikitnya 58 orang dilaporkan telah tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat diserang pasukan keamanan Israel.

“Israel adalah negara teroris. Kami akan terus berdiri dengan orang-orang Palestina dengan tekad,” kata Erdogan di sela-sela kunjungannya di London, Inggris, dikutip laman Anadolu Agency.

Ribuan warga Palestina di perbatasan Jalur Gaza melakukan demonstrasi dalam rangka menentang pembukaan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Yerusalem. Dalam aksi ini, massa pun menyuarakan tentang pengembalian hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke desanya yang direbut dan diduduki Israel pasca Perang Arab-Israel tahun 1948.

Sementara itu di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengutuk kekerasan yang dilakukan terhadap warga Palestina oleh militer Israel. Macron mengatakan, akan segera memanggil dan menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu guna membahas kekerasan yang terjadi

Baca juga  Protes Kebijakan Israel atas Palestina, Anggota Parlemen Belanda Tolak Bersalaman PM Israel

Rencana diskusi dengan Netanyahu dilakukan setelah Macron melakukan perbincangan dengan Raja Yordania Abdullah dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (14/5) kemarin. Namun, belum ada keterangan lebih lanjut terkait rencana pertemuan Macron dengan Netanyahu.

“(Macron) bersedih jatuhnya korban sipil yang besar di Gaza, Palestina dalam beberapa pekan terakhir. Dia juga mengutuk kekerasan pasukan bersenjata Israel terhadap demonstran,” kata Kantor Kepresidan Prancis, Selasa (15/5).

Setali tiga uang dengan Macron, Pemeritah Inggris meminta Israel untuk menahan diri dalam gelombang demonstrasi yang terjadi. Inggris mengaku khawatir dengan kekerasan yang berjung pada tewasnya nyawa warga di Gaza. “Sangat disayangkan bahwa elemen-elemen ekstremis mungkin berusaha mengeksploitasi protes-protes ini untuk tujuan kekerasan mereka sendiri,” kata Menteri Inggris untuk Timur Tengah Alistair Burt dalam sebuah pernyataan.

Baca juga  Setelah Ditutup oleh Otoritas Israel, Kawasan Masjid Al-Aqsa Kembali Kondusif

Dia mengatakan, pemerintah Inggris mengaku tidak akan melarang Israel untuk mempertahankan perbatasannya. Namun, dia mendesak Israel untuk menahan diri lantaran besarnya jumlah korban yang semakin memprihatinkan.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, tindakan pasukan Israel sebagai pembantaian. Ia mengusulkan adanya penengah baru yang menggantikan AS sebagai pembicara perantara antara Palestina dan Israel.

Gedung Putih selanjutnya menyalahkan musibah kematian itu pada kelompok Palestina Hamas. Mereka menganggap Hamas secara sengaja memprovokasi terkait pemindahan Kedubes AS untuk Israel di Yerusalem. (rts)

COMMENTS

DISQUS: