Pemilu Paruh Waktu AS: Republik Menangi Senat, Demokrat Kuasai DPR

Pemilu Paruh Waktu AS: Republik Menangi Senat, Demokrat Kuasai DPR

Kandidatnya Kalah Pemilu, Demonstran di Papua Nugini Bakar Pesawat
RUU Legalisasi Permukiman Yahudi di Palestina disetujui Pemerintah Israel
Iran Dituduh Sebagai Dalang Serangan Siber di Parlemen Inggris

WASHINGTON, SUARADEWAN.com — Hasil dari pemilu paruh waktu Amerika Serikat sudah terlihat dengan dua partai dipastikan akan membagi kekuasaan dua kamar legislatif di Kongres.

Berdasarkan hasil yang dilansir dari The New York Times, Rabu (7/11/2018), pukul 08.00 waktu bagian timur Amerika, Partai Demokrat dipastikan merebut kontrol House of Representatives atau DPR dari tangan Partai Republik.

Kepastian itu setelah Partai Demokrat memenangkan mayoritas 219 kursi dari total 435 kursi yang diperebutkan, atau satu kursi lebih banyak dari yang diperlukan.

Bahkan, Demokrat diproyeksikan akan memenangkan total 229 kursi yang berarti menambah 35 kursi dari jumlah kursi yang saat ini mereka miliki.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik di DPR AS selama delapan tahun terakhir.

Baca juga  Dua Tahun Menjabat, Presiden Myanmar Mengundurkan Diri

Sebaliknya di Senat, Partai Republik berhasil mempertahankan kekuasaan dengan meraih 54 kursi dari total 100 kursi yang diperebutkan. Jumlah itu juga lebih banyak dari sebelumnya yang diraih Republik sebanyak 51 kursi.

Calon dari Partai Republik berhasil mengalahkan petahana di empat negara bagian, yakni di Indiana, Missouri, North Dakota, dan Florida yang sebelumnya dipegang wakil Demokrat.

Republik hanya kehilangan satu kursi senat di Nevada.

Kemenangan ini memastikan Republik akan tetap mempertahankan kontrol di Majelis Tinggi Kongres.

Meski hasil di dua negara bagian, yakni Montana dan Arizona belum final, namun tidak akan mengubah kemenangan yang diraih Republik di Senat.

Suara Daerah Suburban

Kemenangan Demokrat di DPR tidak lepas dari dukungan suara yang diberikan oleh pemilih yang tinggal di daerah suburban, khususnya dari para pemilih wanita.

Baca juga  Lebanon Menggelar Pemilu Parlemen Pertama dalam Sembilan Tahun Terakhir

Pemilih suburban yang mayoritas adalah pemilih kulit putih berpendidikan universitas ini memutuskan mengalihkan suaranya ke Demokrat.

Hal tersebut kemungkinan dipicu kekecewaan terhadap sosok Trump yang mendorong loyalis yang selama memilih Republik mengalihkan suara mereka.

Hasil pemilu Kongres ini juga memperlebar jurang antara pemilih di daerah perkotaan besar (urban) dan kawasan di luar perkotaan besar (rural).

Pemilih urban semakin loyal memilih Demokrat, sementara pemilih rural semakin loyal memilih Republik.

Hal ini juga menjadi gambaran krusial suara pemilih suburban yang diyakini akan memainkan peran penting di pemilu presiden 2020. (ko)

COMMENTS