oleh

Pemilu Parlemen Iran 2020: Jumlah Pemilih 42 Persen, Kubu Konservatif Menang

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Pemerintah Iran mengumumkan jumlah masyarakat yang memberikan hak suaranya dalam pemilu parlemen yang diselenggarakan pada Jumat, 21 Februari 2020 hanya 42 persen. Jumlah itu terendah sejak revolusi Iran 1979.

Sebelumnya dalam pemilu pemilihan anggota parlemen 2016 sebanyak 62 persen masyarakat memberikan hak suara. Jumlah itu turun dibanding pemilu 2012 yang tercatat sebanyak 66 persen.

banner 1280x904

Pemilu parlemen Iran dilakukan di tengah keresahan penyebaran wabah virus corona. Dua hari sebelum pemilu diselenggarakan, Iran mengkonfirmasi kasus pertama pasien dengan virus corona. Saat ini total ada 43 kasus diduga terjangkit virus corona di empat wilayah di Iran, termasuk Teheran.

Baca juga  Jurnalis Pelempar Sepatu ke Mantan Presiden Bush, Maju Caleg DPR Irak
Preisden Iran Hassan Rouhani, memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Februari 2020. Official Presidential website/Handout via REUTERS

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan pemilih pertama yang menggunakan hak suaranya di Ibu Kota Teheran. Pemilihan parlemen ini diikuti oleh 58 juta warga Iran yang telah memenuhi syarat untuk memilih lebih dari 250 partai.

Pemilu parlemen Iran pada hari Minggu itu menghasilkan kemenangan besar pada para loyalis yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Angka yang dipublikasi pada Sabtu, 22 Februari 2020 memperlihatkan kelompok konservatif itu mendapatkan 195 kursi dari total 253 kursi parlemen yang diperebutkan. Sedangkan kubu reformis hanya memenangkan 18 kursi, sementara sisa 40 kursi jatuh ke kelompok independen.

Baca juga  Dunia Krisis Corona, Judi Online Makin Marak
Warga Iran memasukan surat suaranya saat pemilu parlemen di Tehran, Iran, 21 Februari 2020

Dalam pemilu parlemen Iran 2020, otoritas Iran menyediakan total 55.000 tempat pemungutan suara yang disebar ke seluruh penjuru wilayah Iran agar masyarakat memberikan hak suaranya.

Parlemen Iran tidak punya pengaruh besar pada urusan luar negeri Iran atau kebijakan nuklir negara itu, yang selama ini ditentukan oleh Pemimpin Iran Tertinggi Ali Khamenei. Namun posisi parlemen Iran bisa menghadirkan calon-calon Presiden Iran pada 2021, dimana seorang presiden bisa menerbitkan kebijakan luar negeri yang lebih keras. (te)

Komentar