Pembunuhan Kim Jong-Nam, Kemenlu Terus Pantau Proses Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

WNI bernama Siti Aisyah

Pembunuhan Kim Jong-Nam, Kemenlu Terus Pantau Proses Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

JAKARTA, SUARADEWAN.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau proses persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Koru

Perdamaian Dunia, Menlu: Banyak Negara Berharap Pada Indonesia
Pemerintah Arab Saudi Siap Berlakukan Amnesti Bagi Pekerja Ilegal
Indonesia Desak DK PBB Hentikan Aksi Kekerasan Zionis Israel

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus memantau proses persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut, Kim Jong-un yang diduga melibatkan salah satu WNI bernama Siti Aisyah.

Rencananya, sidang akan kembali dilanjutkan pada 30 Mei di Sepang, Malaysia dengan agenda pembacaan tuntutan. Sebelumnya sidang tuntutan rencananya digelar Kamis 26 Mei 2017, kemarin namun ditunda karena JPU (Jaksa Penuntut Umum) belum siap.

“Sehingga tanggal 30 (Mei) ini kita akan lihat seberapa jauh apa yang dituntut kepada Siti Aisyah. Karena kemarin belum lengkap, dan di challenge juga oleh pengacaranya Siti,” terang juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir di kantornya, di Jakarta, Jumat (26/5/17).

Baca juga  Kesepakatan Koalisi PH, Mahathir Jabat PM Selama 2 Tahun dan Dilanjutkan Anwar Ibrahim

Dirinya menjelaskan, pihak penasihat hukum dari Siti Aisyah terus melakukan pendampingan hukum. KBRI, menurut Tata, juga menjalin komunikasi yang intensif dengan pihak penasihat hukum maupun Siti Aisyah.

“Proses untuk tanggal 30 Mei terus dilakukan. Pihak pengacara Siti Aisyah secara reguler bertemu dengan Siti membahas proses defensenya menurut dia. Dan KBRI kita juga aktif berkomunikasi dengan pengacara dan Siti,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa, Siti Aisyah dalam kondisi yang sehat dalam menunggu persidangannya. Ia juga menuturkan, WNI tersebut bersama tim kuasa hukum dan Kemenlu tengah fokus untuk menyusun pembelaan agar dapat terhindar dari jeratan hukum atas kasus tersebut.

Baca juga  Tingkatkan Keamanan, TNI Gelar Patroli Maritim Tiga Negara

“Info yang saya terima dalam kondisi baik. Yang bersangkutan juga semakin tegar menghadapi ini. Beliau sudah sangat mengerti apa yang terjadi dan sekarang fokus untuk pembelaan, berkoordinasi dengan pengacara menyusun pembelaan” sebutnya.

Fokusnya yang saya dapat informasinya, saat ini fokus menyusun pembelaan dan harapannya bebas dari tuntutan ini, itu yang dia inginkan,” pungkasnya melanjutkan. (dd)