oleh

Pelabuhan Senilai 6,5 Miliar di Bombana Roboh Sebelum Terpakai, Kompak: Usut Tuntas!

BOMBANA, SUARADEWAN.com — Pembangunan Pelabuhan Paria Desa Mattirowalie Kec. Poleang Kab Bombana 2019 telah dianggarkan pembangunan pelabuhan sebesar 6,5 miliar APBN dengan harapan bahwa masyarakat bisa menikmati pembangunan tersebut. Namun pelabuhan tersebut roboh sebelum terpakai.

Mengamati adanya pekerjaan dan sumber anggaran APBN, LSM KOMPAK ikut angkat bicara terkait pekerjaan yang diduga merugikan negara.

banner 1280x904

“Kami dari LSM kompak menganggap bahwa program andalan Pemkab Bombana untuk menjadikan pelabuhan paria itu yang bertaraf internasional itu ternyata dikerjakan asal-asalan atau diduga tidak sesuai spektek sehingga kami anggap kontraktornya tidak bertanggung jawab hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan, untung saja pada saat robohnya pelabuhan itu tidak menelan korban masyarakat yang sering beraktivitas di pelabuhan tersebut,” kata Fajar Purnawan Ketua LSM Kompak.

Fajar Purnawan, Ketua LSM Kompak

“Bagaimana tidak anggaran sebesar 6,5 milyar yang di gelontorkan oleh kementrian perhubungan itu ternyata kontraktor yang memenangkan tender tersebut tidak dapat menyelesaikan pekerjaan yang sesuai dalam kontrak perjanjian yang ada sehingga kontraktor pekerjaan kemudian mengusulkan untuk permohonan Adendum karena pekerjaan tersebut menyeberang tahun,” lanjut Fajar.

Menurut Fajar Purnawan, dia merasa miris melihat Pemerintah Kab. Bombana melakukan penambahan anggaran sebesar 3,9 Milyar APBD dengan memenangkan perusahaan yang sama dimana seharusnya perusahaan tersebut di blacklist karena tidak menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu.

Baca juga  Pelabuhan Rakyat Paria Yang Roboh Tetap Dipaksakan Bongkar Muat Raw Sugar Milik PT Jhonlin

“Pemerintah Kabupaten Bombana terkesan tidak menyeleksi dengan baik perusahaan yang bermasalah tersebut karena tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak bahkan pemda bombana terus memenangkan perusahaan yang bermasalah tersebut.” sesal fajar

Padahal sebelumnya tim BPK Sultra telah memeriksa pekerjaan tersebut dengan menemukan ada bagian pekerjaan yang sudah retak padahal belum pernah digunakan sama sekali oleh masyarakaat dan telah memerintahkan kontraktor nya untuk memperbaiki pekerjaan tersebut, tidak lama setelah itu pekerjaan pelabuhan itu roboh.

Pelabuhan Paria Desa Mattirowalie Kec. Poleang Kab Bombana (14/5)

Pihaknya sangat menyayangkan tindakan ULP Kab. Bombana yang tidak teliti dalam memenangkan perusahaan yang mengikuti tender Pekerjaan tersebut, padahal penambahan anggaran pembangunan pelabuhan paria oleh perusahaan yang  berbeda tetapi pengerjaannya masih tidak baik dan benar.

“Mestinya tidak dimenangkan meskipun menggunakan perusahaan orang lain dalam mengikuti lelang pekerjaan pelabuhan paria, kok ini bisa sih, ada apa dengan panitia lelang ?”

Baca juga  Soft Opening; Bupati: MPP Bombana Untuk Kemudahan Pelayanan Kepada Masyarakat

Dengan kejadian ini LSM Kompak berharap kepada pemerintah Kabupaten Bombana agar hal ini segera mendapatkan perhatian dan diusut tuntas dan dengan tidak mencairkan anggaran pencairan melalui BPKAD Bombana

“Semoga saja anggaran seratus persen pekerjaan tersebut belum di cairkan oleh BPKAD Kab. Bombana dan kami minta transparansi terkait dengan progres pencairan anggaran oleh instansi tersebut, terkait dengan pelabuhan Desa Paria itu harus diprioritaskan pemanfaatannya untuk masyarakat bukan untuk digunakan perusahaan termasuk PT. Jhonlin Batu Mandiri karena kami inginkan Jhonlin harus mempunyai terminal khusus,” tambah Fajar yang juga putra asli Poleang itu.

Sebagaimana informasi beredar, akhir-akhir terlihat adanya dua armada Kapal yang diduga milik PT Jhonlin Batu Mandiri sangat merisaukan nelayan di sekitar pelabuhan tersebut karena menurutnya pemerintah pusat menggelontorkan anggaran tersebut murni pemanfaatannya untuk masyarakaat bukan untuk perusahaan.

“Jadi kami (LSM KOMPAK) meminta dinas terkait untuk segera ambil tindakan, pelabuhan paria bukan milik perusahaan tapi milik masyarakat,” pungkas Fajar. (asb)

Komentar