oleh

Pekerjaan Pembangunan Perpustakaan Bombana Diduga Tidak Patuhi Protokol Covid-19

BOMBANA, SUARADEWAN.com — Perusahaan pelaksana proyek pembangunan gedung perpustakaan kabupaten bombana diduga tidak mematuhi protokol keamanan Satgas Covid-19 di Kabupaten Bombana.

Dugaan tersebut disinyalit dengan kedatangan 24 pekerja asal mawasangka-kabupaten buton tengah yang tidak memiliki surat-surat perjalanan sebagaimana ketentuan yang ditetapkan satuan tugas (satgas) pencegahan covid-19 Bombana sebagai syarat masuk dan keluarnya masyarakat di wilayah Kabupaten Bombana.

banner 1280x904

Setelah mendapat laporan dari tim satgas perhubungan Pelabuhan Kasipute, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heriyanto saat ditemui di posko utama satgas mengungkapkan bahwa pekerja yang akan mengerjakan gedung perpustakaan yang berasal dari mawasangka tidak memiliki surat perjalanan, (1/6/2020).

Baca juga  Bahas Jalan Kabaena, Presedium APK Bertemu Sekda Bombana

“Mereka (24 pekerja asal mawasangka, red) tidak memiliki surat-surat untuk masuk di wilayah Bombana. Seharusnya mereka memiliki surat keterangan berbadan sehat atau keterangan Rapid Test,” ucap Heriyanto.

Kendati demikian, dari laporan satgas Pelabuhan Kasipute, 24 Orang Pekerja yang akan mengerjakan gedung perpustakaan Bombana saat ini telah berada di basecamp tempat pekerjaan tersebut.

Baca juga  Video Viral, Ketua DPRD Bombana Ngamuk Sambil Acungkan Badik

Heriyanto yang juga sebagai Ketua DPD PPNI Sultra menyesalkan Kontraktor dari pekerjaan tersebut, menurutnya seharusnya kontraktor dari pekerjaan tersebut berupaya membantu pemerintah kabupaten bombana untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Bombana.

“Semua pihak termasuk kontraktor rekanan proyek yang bekerja di Bombana agar turut membantu Pemerintah dalam upaya meminimalisir penyebaran Covid-19,” sesalnya. (asb)

Komentar