oleh

Paus Fransiskus: Lebih Baik Atheis daripada Munafik

JAKARTA, SUARADEWAN.com – Pemimpin Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Kota Vatikan Paus Fransiskus menegaskan bahwa lebih baik menjadi seorang atheis daripada harus beriman (beragama) tapi bersikap munafik. Hal ini ia sampaikan dalam khotbahnya di misa pagi di Vatikan, Kamis, 23 Februari 2017.

“Ada banyak orang yang suka berbuat skandal. Jika orang itu adalah seorang Katolik (munafik), lebih baik menjadi seorang ateis,” tegas Paus ke-266 yang memimpin sekitar 1,2 miliar umat Katolik di seluruh dunia ini.

banner 1285x856

Sebagaimana yang diutarakan, Paus berusaha mengkritisi umatnya yang banyak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran dari Kristus. Orang semacam inilah yang kemudian dinilainya sebagai orang munafik.

“Banyak orang saat ini yang perkataannya berbeda dengan perbuatannya. Itu adalah kehidupan ganda atau bermuka dua,” terang imam Yesuit pertama ini.

Ia juga menyebutkan bahwa banyak umat yang kerap membanggakan diri karena rajin beribah dan mengikuti berbagai macam organisasi keagamaan (Katolik). Sayangnya, menurut Paus, mereka tidak menjalankan kehidupan yang sesuai dengan ajaran Kristen.

Misalnya, ia mencontohkan, banyak orang yang membayar gaji karyawannya tidak sesuai dan tidak tepat waktu. Perilaku mengeksploitasi orang lain, melakukan bisnis kotor, dan mencuci uang. Lagi-lagi, inilah yang disebutnya sebagai orang yang berkehidupan ganda alias munafik.

Memang, seperti diketahui, sejak dirinya menjadi Paus di tahun 2013, ia sudah sering mengatakan bahwa umat Katolik, baik sebagai imam maupun orang awam, tidak mempraktikkan apa yang mereka yakini dari ajaran Kristen. Paus pun menyebut ini sebagai perilaku yang masuk kategori misa setan.

Selain itu, Paus juga kerap melontarkan himbaunnya kepada umatnya untuk tidak bertindak seolah-olah mereka adalah pangeran. Maka tak salah jika pemimpin besar umat Katolik ini dikenal sebagai Paus yang gencar menyerukan perang terhadap penindasan dan keserakahan, termasuk pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para imam.

Hal inilah yang membuatnya Paus dicintai oleh rakyat, baik oleh umatnya sendiri, maupun umat dari agama lain, terutama atas upayanya yang menyerukan bantuan bagi pengungsi dan imigran dari wilayah konflik. (ms)

Komentar

Berita Lainnya