Partai Nol Koma Versi LSI Denny JA

Partai Nol Koma Versi LSI Denny JA

Idrus Marham dan Prospek Partai Golkar
Mengapa Kata “Pribumi” Menjadi Begitu Sensitif?
Denny JA, Hasrat dan (Potret) Tindak Pelecehan

JAKARTA, SUARADEWAN.com –  Rilis survei LSI Denny JA pada Mei 2018 lalu, perlu menjadi acuan parpol untuk berpacu menaikkan elektabilitas di Pemilihan Umum 2019. Kecuali Perindo, terang LSI, partai-partai baru yang lain diisyaratkan takkan menembus senayan.

Berdasarkan survei LSI Denny JA yang mengangkat tajuk ‘Empat Divisi Partai Politik dan Efek Capres/Program’, parpol peserta Pemilu 2019 dikalsifikasikan ke dalam empat kategori, yakni yakni Divisi Utama, Divisi Menengah, Divisi Bawah, dan Divisi Nol Koma.

“Dari empat kategori itu, PBB (0,4 %), Garuda (0,3 %), PKPI (0,1 %), dan PSI (0,1 %) berada di Divisi Nol Koma. Satu partai lama yang ikut masuk di kategori ini adalah Hanura (0,7 %),” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa.

Baca juga  Kerumunan Prabowo Lebih Banyak, Kok Kalah di Survei?

Sementara parpol lain, seperti PDIP (21,7 %), Golkar (15,3 %), dan Gerindra (14,7 %) menjadi partai penghuni Divisi Papan Atas.

Selanjutnya PKB (6,2 %) dan Demokrat 5,8 % menghuni Divisi Menengah. PAN (25 %), NasDem (2,3 %), Perindo (2,3 %), PKS (2,2 %), dan PPP (1,8) masuk ke Divisi Bawah.

“Namun karena margin error 2,9 % survei kami berada di kisaran 2,9 persen, partai-partai di Divisi Bawah masih bisa lolos ke Senayan,” lanjutnya.

Baca juga  Inilah 14 Partai Politik Yang Resmi Jadi Peserta Pemilu 2019

“Perindro menjadi satu-satunya partai baru yang masuk ke Divisi Bawah. Selebihnya, partai baru harus berjuang keras selama 11 bulan tersisa untuk memperbaiki elektabilitasnya.”

LSI menyarankan, untuk menaikkan elektabilitasnya, parpol yang berada di Divisi Nol Koma harus terasosiasi kuat dengan capres yang kuat, memiliki program yang popular dan dikenal luas, tidak terkait skandal, serta public expose isu positif partai secara massif dan terstruktur.

Survei LSI Denny JA kali ini dilakukan sejak 28 April – 5 Mei dengan melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi. Metode survei yang dipakai multistage random sampling dengan wawancara tatap muka. (aw/re)

COMMENTS