Partai Hanura Kerja Keras Untuk Keluar dari Zona Papan Tengah

Partai Hanura Kerja Keras Untuk Keluar dari Zona Papan Tengah

Bawaslu Tolak Gugatan, Oesman Sapta Odang Gagal Calon DPD
Gelar Raker, Hanura se-Kaltim All Out Menangkan Rusmadi-Safaruddin
KPU Siap Hadapi Mediasi Sengketa Pendaftaran Caleg dengan Partai Hanura

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Mengangkat semangat perjuangan ‘Semua untuk satu. Satu untuk semua’, Partai Hati Nurani Rakyat lahir pada 21 Desember 2006. Partai berakronim Hanura ini dirintis Wiranto yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, bersama dengan beberapa tokoh nasional Indonesia.

Partai Hanura pertama kali menjadi peserta pesta demokrasi di tahun 2009. Pada ajang tersebut, Hanura menempati peringkat 9 dengan total 3.922.870 suara (3,77%). Partai Hanura juga mendapat nomor urut pertama sukses mendapatkan 18 kursi legislatif.

Pada kesempatan selanjutnya yakni di tahun 2014, Partai Hanura kembali masuk sebagai partai politik peserta Pemilihan Umum (Pemilu). Sayangnya, tahun tersebut bukanlah tahun yang cukup baik bagi partai yang sudah berusia sebelas tahun ini.

Bagai jatuh tertimpa tangga, Partai Hanura juga melorot ke peringkat 10 dengan perolehan 6.579.498 suara (5,26%), sama seperti nomor urut yang didapatkannya kala itu. Partai Hanura masih menjadi partai politik (parpol) papan tengah.

Baca juga  Marwah DPD Kembali, Hanura “Bedhol Desa”

Start partai yang kini dipimpin Oesman Sapta Odang pada Pemilu Legislatif 2019 juga dapat dikatakan kurang baik. Partai dengan nomor urut 13 ini adalah partai dengan jumlah bakal calon legislatif (bacaleg) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) tertinggi yakni sebanyak 167 dari 449 bacaleg.

Hal ini disebabkan banyaknya ketentuan persyaratan yang tidak diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), seperti surat kesehatan jasmani dan rohani, surat pindah daerah pemilihan (dapil), dan penambahan bacaleg. Meski demikian, Partai Hanura berhasil melewati semuat itu dengan melakukan proses sengketa melalui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca juga  Tak Mau Mencontoh Ketum Golkar, Wiranto Tolak Jadi Ketum Hanura Lagi

Partai berideologi Pancasila ini memutuskan untuk mendukung Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan. Keputusan ini ditegaskan saat Oesman Sapta mengawali sambutannya dengan kalimat, “Selamat datang kepada Bapak Presiden Joko Widodo sekaligus calon presiden Partai Hanura pada 2019,” pada perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-11 Partai Hanura.

Sementara itu berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), sebanyak 65,4% pemilih Hanura mendukung Prabowo Subianto. Kecenderungan ini dapat muncul karena Partai Hanura didirikan oleh mantan militer dan dasar pendukungnya pun adalah pemilih tokoh militer.

Walaupun begitu, Partai Hanura bersama PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP, PSI, PKB, Perindo, dan PKPI telah memantapkan pilihannya mendukung Jokowi. (li)

COMMENTS