oleh

PAN Diisukan Gabung Koalisi Jokowi-Ma’ruf, Amien Rais: Lebih Terhormat Bila Di Oposisi

YOGYAKARTA, SUARADEWAN.com — Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali buka suara terkait isu arah politik partainya yang menjurus bergabung ke koalisi pendukung Presiden dan Wapres terpilih Jokowi–Ma’ruf Amin.

Amien menilai, kalau PAN bergabung bersama pemerintah, tidak lagi ada yang mengkritik pemerintahan. Dengan demikian, situasi tersebut menjadi lonceng kematian demokrasi.

banner 728x419

“Kalau pada bergabung, siapa lagi yang mengawasi nanti? Suara DPR sama dengan suara eksekutif, itu pertanda lonceng kematian demokrasi,” kata Amien Rais kepada wartawan di kediamannya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (13/7/2019).

Baca Juga:  Kritik Jusuf Kalla Pada Amien Rais Soal MenPAN-RB

Menurtnya jika parlemen sudah menyuarakan atau jadi jubirnya (eksekutif), dan sudah dikooptasi oleh eksekutif, maka demokrasi itu menjadi musibah yang paling berat dan tidak dapat bangkit kembali.

Oleh karenanya Amien Rais memastikan, kalau ada ajakan resmi bergabung ke kubu Jokowi – Maruf Amin, ia tegas menolak.

Baca Juga:  Pengamat: Kritik Amien Rais Soal Lahan Terkait Rasa Keadilan dan Kegundahan Masyarakat

Alasannya, Amien beranggapan PAN akan lebih terhormat menjadi oposisi, yakni untuk mengawasi kondisi politik dan pemerintahan pada periode 2019 – 2024.

“Prinsipnya, kalau saya, sebaiknya PAN memang di luar (pemerintahan). Jadi sangat indah kalau kubu Prabowo itu di luar. Juga terhormat untuk mengawasi lima tahun mendatang,” ujarnya. (su)

Berita Lainnya