oleh

PAN Bela Bupati Sehan, PPP Desak Mendagri Bina Dua Bupati Yang Cekcok Soal BLT

JAKARTA, SUARADEWAN.com — Bupati Bolaang Mengondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar ‘perang’ kata-kata dengan Bupati Lumajang Thoriqiul Haq terkait birokrasi pembagian sembako di pusat yang viral di Media Sosial.

Ada pro-kontra terhadap perdebatan ini, namun bagi PAN sebagai partai yang menaungi Bupati Boltim menyebut substasi kritik kadernya itu benar.

banner 1280x904

“Saya melihat apa yang disampaikan Sehan itu dalam videonya itu sebetulnya semangatnya dia adalah bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, termasuk mempercepat proses pemberian bantuan ke masyarakat,” kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay sebagaimana dilansir detik, Kamis (7/5/2020).

“Dia merasa ada persoalan birokrasi yang menurut dia perlu diurai sehingga lebih cepat pelaksanaannya. Dan dia melihat persoalan ini justru munculnya bukan di daerah, tetapi di pusat. Jadi karena itu dia meminta supaya ini bisa dituntaskan,” imbuh Saleh.

Bupati Bolaang Mengondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar

Menurut Saleh, apa yang dutarakan Bupati Sehan juga dirasakan sebagian daerah-daerah yang lain. Saleh menduga hanya Bupati Sehan yang berani mengutarakan pendapatnya soal kebijakan dari pusat ini.

Baca juga  Kantor Kemendes PDTT Di Ontrog Massa, Tuntut Pengawasan Dana Desa

Berbeda dengan PAN, PPP menyayangkan kejadian tersebut, karena menjadi preseden di masyarakat. Sebagaimana diutarakan oleh Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi.

“Sangat tidak tepat, dan tidak bagus dilihat publik,” kata politikus yang akrab disapa Awiek itu ketika dihubungi, Kamis (7/5).

Menurut Awiek, setiap daerah memiliki persoalan berbeda dan tidak sama dalam cara penanganannya. Termasuk, besaran bantuan di setiap wilayah karena jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, kesiapan infrastruktur penunjang, hingga kondisi geografis yang pasti berbeda.

“Sebagai sesama anggota Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia), seharusnya dua kepala daerah tersebut terjalin komunikasi yang baik dan sharing pengalaman dalam penanganan dampak COVID-19,” ujar dia.

Awiek pun mendesak Menteri Dalam Negri Tito Karnavian untuk membina lebih lanjut, kepada dua kepala daerah tersebut melalui gubernur masing-masing, agar tidak membuat persoalan semakin meruncing.

Baca juga  Ini Penyebab Pengawasan Dana Desa Masih Lemah
Thoriqul Haq dan Indah Amperawati, Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang

“Apalagi Menteri Desa sudah menganggap persoalan regulasi BLT Dana Desa sudah sesuai, dan tidak ada masalah. Dalam situasi seperti sekarang ini, segenap elemen bangsa harus bersatu, bersama-sama menangani COVID-19 agar segera tuntas,” ucap dia.

Untuk diketahui, Bupati Sehan sebelumnya mengkritik Mensos dan Mendes PDTT terkait dana bansos dan penggunaan Dana Desa terkait penanganan COVID-19. Sehan menilai Arahan menteri memperlambat kerjanya di daerah untuk membantu masyarakat di tengah wabah Corona dan menyebut menteri ‘goblok’.

Kemudian Adu mulut dua bupati diawali dengan pernyataan Bupati Thoriqul yang merupakan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang meminta agar Bupati Sehan tidak mencak-mencak soal BLT dengan menyalahkan menteri dalam sebuah video. (ed)

Komentar